GoAsianews.com
Kab.Pessel (SUMBAR) – Fungsionalitas infrastruktur yang memadai, aman, dan mantap merupakan salah satu indikator penting dalam mendukung program nasional ketahanan pangan.
Runtuhnya Jembatan Gantung Duku–Subarang Solok yang berada di wilayah Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, telah memberikan dampak besar terhadap aktivitas masyarakat, khususnya para petani yang menggantungkan akses menuju lahan pertanian melalui jembatan tersebut.
Untuk mengatasi permasalahan itu, Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum saat ini tengah melaksanakan pembangunan kembali jembatan gantung yang menjadi akses vital bagi masyarakat setempat.
General Superintendent CV Taman Karya Manggala, Iwan, menjelaskan bahwa progres pembangunan jembatan saat ini telah mencapai sekitar 70 persen.
"Saat ini progres pekerjaan berada di kisaran angka 70 persen," ujar Iwan, Sabtu (6/6/2026).
Ia menambahkan, selama pelaksanaan pekerjaan tidak terdapat kendala terkait ketersediaan material konstruksi.
"Untuk ketersediaan material selama ini tidak ada masalah. Kendala yang dihadapi lebih kepada faktor nonteknis, yakni cuaca," katanya.
Menurutnya, kondisi cuaca yang kurang bersahabat, terutama saat debit air sungai meningkat, kerap memaksa pekerjaan dihentikan sementara demi menjaga keselamatan para pekerja.
"Saat debit air sungai meninggi, pekerjaan harus dihentikan karena berisiko tinggi apabila dilanjutkan," jelasnya.
Sementara itu, masyarakat petani setempat berharap pembangunan jembatan gantung tersebut dapat segera diselesaikan sehingga aktivitas menuju lahan pertanian kembali normal.
Jembatan Gantung Duku–Subarang Solok I selama ini menjadi akses utama yang menghubungkan masyarakat dengan area pertanian dan perkebunan. Ketiadaan jembatan memaksa warga mencari jalur alternatif yang lebih jauh dan memakan waktu.
Berdasarkan pantauan GoAsianews di lapangan, sejumlah petani bahkan terpaksa menyeberangi sungai dengan berjalan kaki dan berendam di dalam air untuk mencapai lahan mereka. Kondisi tersebut dilakukan karena jalur alternatif yang tersedia memiliki jarak tempuh yang cukup jauh.
Dengan percepatan pembangunan yang tengah dilakukan, masyarakat berharap jembatan dapat segera difungsikan kembali guna mendukung mobilitas warga serta memperkuat sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat di Kecamatan Koto XI Tarusan.
Sebagaimana diketahui, pelaksanaan kegiatan pembangunan jembatan gantung ini bersumber dari APBN 2025-2026. Dan berada dibawah pengawasan PPK 2.4 Satker PJN Wilayah II BPJN Sumbar, Ditjen Bina Marga Kementerian PU, dengan anggaran fisik terkontrak Rp.10.552.961.094.-, yang dilaksanakan oleh CV Taman Karya Manggala selaku kontraktor pelaksana, dan PT.Jakarta Rencana Selaras KSO PT.Afiza Billimko Konsultan selaku supervisi.
(deni)



Posting Komentar