"Rp.350 ribu" Wacana Iuran Kegiatan Perpisahan SMPN 1 Padang Dinilai Mencekik, Kepsek: Kami Masih Berproses - Go Asianews

Breaking


Jumat, 08 Mei 2026

"Rp.350 ribu" Wacana Iuran Kegiatan Perpisahan SMPN 1 Padang Dinilai Mencekik, Kepsek: Kami Masih Berproses



GoAsianews.com
Padang (SUMBAR)
- Besarnya wacana iuran kegiatan perpisahan siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Padang menuai sorotan dari para wali murid. Informasi terkait rencana pembiayaan kegiatan tersebut diketahui beredar melalui grup WhatsApp parenting kelas dan memicu berbagai tanggapan dari orang tua siswa.

Dalam pesan yang beredar disebutkan bahwa kegiatan perpisahan siswa kelas IX direncanakan digelar di Auditorium UNP Padang. Pada pesan tersebut juga dijabarkan rencana besaran nominal iuran yang akan dibebankan kepada siswa.

Isi pesan itu menyebutkan bahwa awalnya siswa kelas VII dan VIII direncanakan menyumbang Rp.3 juta per kelas, sedangkan kelas IX Rp.7 juta per kelas. Namun setelah dilakukan penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB), dana tersebut dinilai belum mencukupi.

Assalamualaikum. Bapak dan Ibuk Pengurus parenting klas yang dirahmati oleh Allah. Acara perpisahan siswa klas 9 kita adakan di Auditorium UNP. Mengenai pembiayaannya semula untuk klas 7 dan 8 menyumbang Rp.3 juta per kelas, sedangkan klas 9 menyumbang Rp.7 juta per kelas. Setelah dibuat RAB ternyata tidak cukup, maka dari itu sesuai hasil rapat, kalau tidak mencukupi tentu kita kembali pada rencana awal, untuk klas 7 dan 8 menyumbang Rp.100 ribu per siswa sedangkan klas 9 Rp.350 ribu,” demikian isi pesan WhatsApp yang beredar tertanggal Kamis,  7 Mei 2026.

Besaran nominal iuran tersebut kemudian menuai keberatan dari sejumlah wali murid yang menilai rencana biaya kegiatan terlalu tinggi dan memberatkan.

Menanggapi reaksi walimurid yang sempat menjadi sorotan media tersebut, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Padang, Elfida Jusi, menjelaskan bahwa pihak sekolah hingga saat ini masih melakukan pembahasan internal, dan belum mengambil keputusan final terkait kegiatan maupun besaran iuran.

“Kami telah melakukan koordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, dan kami akan kembali duduk bersama Komite Sekolah dan parenting kelas. Sampai saat ini belum ada keputusan apa pun,” ujar Elfida Jusi saat dikonfirmasi, Jumat (8/5/2026).

Ia juga menegaskan bahwa pihak sekolah tetap menjadikan Surat Edaran Dinas Pendidikan Kota Padang sebagai pedoman utama dalam pelaksanaan kegiatan perpisahan siswa.
 

 

Implementasi Terindikasi Tidak Sejalan dengan Surat Edaran 

Saat dimintai tanggapan terkait Surat Edaran Dinas Pendidikan Kota Padang Nomor: 400.3/15/Dikbud-Pdg/IV/2026 tentang Pelaksanaan Kegiatan Perpisahan Murid PAUD/PNF, SD, dan SMP Tahun Ajaran 2025/2026, Elfida menegaskan bahwa aturan tersebut tetap menjadi acuan sekolah.

“SE tetap menjadi acuan kami. Sekali lagi ini akan menjadi pembahasan internal kami, seperti yang telah kami laporkan kepada Pak Kadis. Dan kami akan melaksanakan arahan dari Pak Kadis,” katanya.

Namun demikian, implementasi di lapangan dinilai sejumlah pihak belum sepenuhnya sejalan dengan kaidah-kaidah yang tertuang dalam Surat Edaran Dinas Pendidikan Kota Padang tersebut, khususnya terkait prinsip kegiatan perpisahan yang sederhana dan tidak memberatkan wali murid.

Hal ini terbias nyata dalam tahap perumusan besaran nominal iuran yang direncanakan kepada siswa/i oleh para panitia.

Wacana besarnya iuran kegiatan perpisahan ini pun kini menjadi perhatian publik, dan diharapkan dapat segera menemukan solusi yang tidak membebani orang tua siswa, namun tetap memberi ruang bagi sekolah untuk melaksanakan kegiatan pelepasan siswa secara layak dan bermakna.

 


Resah Dengan Pemberitaan Media 

Ditengah proses yang masih berjalan, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Padang, Elfida Jusi, mengungkapkan rasa keresahan atas pemberitaan media yang menyinggung terkait wacana iuran kegiatan perpisahan siswa/i kelas IX tersebut.

“Tapi kalau boleh saran ya Pak, sebelum Bapak mengangkat berita sebaiknya konfirmasi ke kami terlebih dahulu. Karena berita ini membuat resah, sementara kami masih berproses,” ungkap Elfida, Jum'at (8/5)

Menurutnya, pihak sekolah hingga saat ini masih melakukan pembahasan dan koordinasi terkait pelaksanaan kegiatan perpisahan tersebut.

 

Ketidak Transparanan Informasi Membuat Publik Kembali Bertanya

Kurangnya keterbukaan informasi dari pihak sekolah kembali menimbulkan tanda tanya di tengah publik. Hal tersebut mencuat saat media mencoba mengkonfirmasi terkait jumlah keseluruhan siswa/i di SMP Negeri 1 Padang yang saat ini aktif pada tingkat kelas VII, VIII, dan IX.

Saat dikonfirmasi terkait data tersebut, Elfida Jusi hanya memberikan jawaban singkat.

“Maaf ya Pak, untuk sementara informasinya seperti tadi saja dulu,” ujar Elfida Jusi.

Jawaban ini memunculkan persepsi beragam di kalangan publik, entah apa alasannya, sehingga informasi yang dinilai bersifat umum untuk diketahui masyarakat tersebut tidak dibuka oleh pihak sekolah.

Selain itu, Kepsek Elfida Jusi juga tidak memberikan penjelasan kongkrit terhadap beberapa pertanyaan yang dilayangkan media ini, diantaranya terkait "dasar perhitungan biaya perpisahan, pertimbangan kondisi ekonomi walimurid, pihak yang terlibat dalam penyusunan anggaran, dan apakah seluruh dana yang dipungut akan dipertanggungjawabkan secara terbuka setelah acara selesai serta lainnya.
(deni)

 

Berita Terkait:

 -  [Breaking News] Ditengah Ancaman Inflasi, Walimurid di Kota Padang Dihadapkan pada Iuran Dana Perpisahan yang Dinilai Mencekik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Selamat datang di www.goasianews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred:
-->