Sungai Batang Kuantan Sijunjung Hanyutkan Peralatan PETI, Kadis ESDM: Ini Tamparan Keras dari Alam - Go Asianews

Breaking


Kamis, 14 Mei 2026

Sungai Batang Kuantan Sijunjung Hanyutkan Peralatan PETI, Kadis ESDM: Ini Tamparan Keras dari Alam



GoAsianews.com
Kab.Sijunjung (SUMBAR)
— Hujan deras yang mengguyur kawasan Silokek, Kabupaten Sijunjung, pada Rabu (13/5/2026), mengakibatkan puluhan ponton rakitan, jerigen bahan bakar minyak (BBM), serta berbagai perlengkapan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) hanyut terbawa arus Sungai Batang Kuantan.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sumatera Barat, Helmi Heriyanto, menilai peristiwa tersebut sebagai peringatan keras atas maraknya aktivitas tambang ilegal di kawasan tersebut.

“Alam telah membuka tabirnya, dan ini merupakan tamparan keras bagi kita semua sebagai pemangku kebijakan,” ujar Helmi saat dihubungi GoAsianews, Kamis (14/5/2026).

Helmi menjelaskan, pihaknya bersama tim satuan tugas sebelumnya telah beberapa kali melakukan penertiban aktivitas PETI di kawasan Silokek. Namun, para pelaku kembali beroperasi dengan cara kucing-kucingan.

“Kami telah melakukan penindakan, namun mereka memulai kembali secara kucing-kucingan. Dalam waktu dekat ini kita akan lakukan peninjauan dan penindakan tegas ke lapangan,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sebelumnya juga telah mengeluarkan Instruksi Gubernur Nomor 2/INST-2025 tentang Pencegahan, Penertiban, dan Penegakan Hukum terhadap Aktivitas Penambangan Tanpa Izin (PETI). Kebijakan tersebut menginstruksikan penghentian seluruh aktivitas tambang ilegal serta penegakan hukum terhadap pelaku PETI di seluruh wilayah Sumbar.


Selain Merusak Lingkungan, Aktivitas PETI Dinilai Pemicu Kelangkaan BBM Bersubsidi 

Menurut Helmi, gubernur telah meminta seluruh pihak terkait, termasuk pemerintah daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), untuk memperkuat kolaborasi dalam memberantas PETI di daerah masing-masing.

Ia menegaskan, aktivitas tambang ilegal tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berdampak terhadap distribusi BBM bersubsidi di Sumatera Barat.

“BBM bersubsidi kerap mengalir ke wilayah aktivitas PETI. Ini jelas penyaluran yang tidak tepat sasaran. Kondisi ini berdampak pada kelancaran transportasi barang dan jasa, seperti penyaluran logistik, hasil pertanian, peternakan dan lainnya". 

"Kondisi ini dapat dilihat disejumlah SPBU, kerap terjadi antrian yang cukup panjang dan memakan waktu yang cukup lama. Oleh sebab itu PETI harus dihentikan,” tegas Helmi.
(deni)

 

Berita Terkait:

 -  Hanyutkan Peralatan PETI, Cara Alam Silokek Menelanjangi Mata Hukum dan Pemerintah Daerah

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Selamat datang di www.goasianews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred:
-->