GoAsianews.com
Kab.Pasbar (SUMBAR) - Ketidak akuratan laporan kendali mutu (quality control) dalam proyek pembangunan jalan dan jembatan dipastikan berpengaruh langsung terhadap kualitas dan keamanan struktur pada ruas yang ditangani.
Hal ini mestinya menjadi perhatian serius bagi pihak penyelenggara jalan dan jembatan, mengingat infrastruktur ini sangat vital dalam menopang mobilitas dan keselamatan para pengguna jalan.
Pengamat konstruksi menyatakan, bahwa laporan kendali mutu yang tidak mencerminkan kondisi lapangan secara akurat, dapat menyebabkan ketidak sesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan dilapangan.
Akibatnya, potensi cacat konstruksi seperti mutu beton yang tidak sesuai spesifikasi, kesalahan pemasangan struktur, hingga penurunan daya dukung jembatan sulit terdeteksi sejak awal.
“Dalam pembangunan jalan atau jembatan, kendali mutu menjadi kunci utama. Ketika laporan mutu tidak akurat, maka pengawasan menjadi lemah, dan risiko kegagalan konstruksi meningkat,” ujar Ir. Sutan Hendy Alamsyah, Sabtu (24/01/2026).
Lebih lanjut, alumni Universitas Indonesia (UI) ini memaparkan, "Ketidak akuratan laporan tersebut dapat disebabkan oleh kurangnya pengujian material, pencatatan data yang tidak lengkap, hingga tekanan penyelesaian proyek dalam batas waktu tertentu".
"Kondisi ini berpotensi membuat penyimpangan mutu, dan baru terlihat setelah jalan atau jembatan selesai atau dioperasikan".
"Dampak dari lemahnya kendali mutu tidak hanya menimbulkan kerugian finansial akibat biaya perbaikan, namun juga mengancam keselamatan pengguna jalan. Dan dalam jangka panjang, usia layanan jalan atau jembatan dapat menjadi lebih pendek dari yang direncanakan sebelumnya", ulas Sutan.
Dan terkait kerusakan yang terjadi pada bahagian konstruksi jembatan Tomak pada ruas jalan Dusun Lubuk Buaya, Air Bangis Kecamatan Sungai Beremas Kabupaten Pasaman Barat ini, GoAsianews masih menunggu balasan konfirmasi dari pihak terkait.
Kerusakan yang terlihat diantaranya yakni, pengelupasan aspal, penurunan struktur bahu jalan hingga menyebabkan keretakan yang lebar dan panjang hingga ke daerah oprit jembatan.
Sebagaimana diketahui, konstruksi jalan dan jembatan pada ruas Dusun Lubuk Buaya, Air Bangis ini termasuk baru. Dan akan kah kerusakan ini menjadi sebuah tanda ketidak akuratan laporan kendali mutu..?. Lalu bagaimana tanggapan dan langkah perbaikan dari pihak instansi yang berwenang (Bid.Bina Marga Dinas BMCKTR Sumbar) selaku penyelenggara jalan dan jembatan..?. Informasi ini akan terus kami update sesuai perkembangan.
(dn/tm)
![]() |
| Dokumentasi pada saat masa pelaksanaan kegiatan di TA 2023. PT.Trisco Jaya Utama selaku kontraktor pelaksana. Dan kegiatan ini berada dibawah kewenangan Dinas BMCKTR Sumbar. |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar