[Breaking News] Baru Dibangun, Embung Unand Alami Kerusakan Parah - Go Asianews

Breaking


Senin, 09 Maret 2026

[Breaking News] Baru Dibangun, Embung Unand Alami Kerusakan Parah

 

Kontruksi utama, kurang-lebih sekitar 10 Meteran beton pada batas kolam embung mengalami rambruk.

GoAsianews.com
Padang (SUMBAR) —
Embung di kawasan kampus Universitas Andalas (Unand) yang baru selesai dibangun pada tahun 2024 silam, kini terpantau mengalami kerusakan cukup parah. Kondisi ini memicu sorotan publik mengingat proyek tersebut masih tergolong baru, namun sudah menunjukkan penurunan kualitas pada sejumlah bagian konstruksi.

Embung yang dibangun Dirjen SDA Kementerian Pekerjaan Umum, melalui APBN yang dikelola oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera V Padang (BWSS V Padang) dimasa kepemimpinan Kabalai Muhammad Dian Al Ma'aruf, ini sebelumnya digadang-gadang sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam pengelolaan sumber daya air berkelanjutan. 

Fasilitas ini dirancang untuk mendukung ketersediaan air baku bagi kampus Universitas Andalas serta Rumah Sakit Universitas Andalas.



Secara teknis, embung tersebut memiliki kapasitas tampung sekitar 30 ribu meter kubik air, yang berfungsi sebagai cadangan air baku untuk berbagai kebutuhan di lingkungan kampus. Air yang tertampung nantinya dapat diolah untuk mendukung aktivitas akademik maupun layanan kesehatan.

Dalam proses pembangunannya, proyek embung mencakup sejumlah pekerjaan utama seperti spillway, pintu dan saluran penguras, intake air baku, galian genangan, perkuatan tebing, jembatan di atas spillway, rumah jaga, mushalla, kantor, jalan akses, hingga penataan lanskap dan taman.

Namun, belum genap dua tahun, sejumlah bagian embung terlihat mengalami kerusakan parah. Beberapa titik konstruksi terlihat retak, sementara bagian infrastruktur lain menunjukkan tanda-tanda penurunan kualitas. Dan yang lebih memiriskan, -+ sekitar 10 Meter beton pada batas kolam embung mengalami roboh/ambruk.



Kondisi ini menimbulkan pertanyaan dari berbagai kalangan terkait kualitas pembangunan, pengawasan proyek, serta proses pemeliharaan infrastruktur yang dikerjakan menggunakan anggaran negara tersebut.

Padahal, keberadaan embung ini sebelumnya diharapkan menjadi salah satu penunjang penting bagi pengembangan kampus, termasuk untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan berkualitas, penelitian inovatif, serta pengabdian kepada masyarakat di lingkungan Universitas Andalas.

Sejumlah pihak kini mendesak agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek tersebut, termasuk audit teknis terhadap kualitas konstruksi dan penggunaan anggaran. Pasalnya, kerusakan yang terjadi dalam waktu relatif singkat dinilai tidak sejalan dengan tujuan pembangunan infrastruktur yang seharusnya memiliki umur pakai jangka panjang.

Jika tidak segera ditangani, kerusakan pada embung tersebut dikhawatirkan tidak hanya mengganggu fungsi penyediaan cadangan air, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko yang lebih besar terhadap lingkungan di sekitar kawasan embung.

Terkait kondisi ini, GoAsianews masih menunggu keterangan pihak terkait, dan diharapkan segera memberikan penjelasan ril kepada publik sekaligus melakukan langkah perbaikan, agar infrastruktur yang dibangun dengan dana negara tersebut benar-benar dapat berfungsi dan tahan sesuai usia yang direncanakan serta tujuan awalnya.
(deni)


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Selamat datang di www.goasianews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred:
-->