GoAsianews.com
Padang (SUMBAR) - Tiga rehabilitasi infrastruktur pembangunan sekolah yang didanai oleh Kementerian PU TA 2025 di Payakumbuh alami keterlambatan. Sebagaimana diketahui, pembangunan tiga sekolah tersebut masuk dalam program kelompok kegiatan pembangunan proyek Rehabilitasi dan Renovasi Prasarana Madrasah PHTC Provinsi Sumbar 2, yang dilaksanakan oleh PT.Andica Parsaktian Abadi.
Yang tertuang dalam kontrak kerja nomor: 04/PJK/HK0201/Gs6/2025. Dan rehabilitasi serta renovasi prasarana pendidikan Madrasah ini tersebar pada beberapa titik diwilayah Kabupaten/Kota dalam Provinsi Sumatera Barat. Dengan nilai kontak Rp 20,25 Miliar dengan waktu pekerjaan selama 126 hari terhitung dari 26 Agustus 2025.
Bangunan pendidikan Madrasah yang dilakukan rehabilitasi dan renovasi tersebut yakni, MAS Plus Padang Ganting, MTsN 7 Padang Pariaman, MTsS Muhammadiyah Kuraitaji Kabupaten Padang Pariaman, MTsN Lima Puluh Kota, MAN 3 Kota Payakumbuh. MTsN 2 Kota Payakumbuh, MTsN 2 Kota Padang dan MTsS An-Nur.
Dan tiga sekolah yang mengalami keterlambatan tersebut yakni, MAN 3 Payakumbuh, Mtsn 2 Payakumbuh dan satu Mts di Nagari Maek Kecamatan Bukit Barisan.
Terkait keterlambatan tersebut, pihak PT Andica Parsaktian Abadi yang dikonfirmasi mengakuinya. Dan saat ditanyakan apa penyebab keterlambatan, Project Manager perusahaan menjelaskan, "Masalah dengan pekerja nya aja yang lambat", tulis Andryadi pada GoAsianews, Jumat (23/01/2026).
Namun saat ditanyakan kembali terkait keoptimisan perusahaan dalam penyelesaian kegiatan pembangunan, Andryadi tidak meresponnya.
Terpisah, Kasatker Pelaksanaan Prasarana Strategis Sumbar, Aljihad, ST. MT., yang dikonfirmasi Minggu (25/01/2026) terkait apakah pelaksanaan kegiatan rehabilitasi gedung sekolah telah dilakukan PHO (serah terima pertama)..?, hingga saat ini Aljihad masih slow respon.
Pentingnya Keakuratan Laporan Kendali Mutu
Terkait laporan kendali mutu pada pelaksanaan kegiatan rehabilitasi/pembangunan seluruh gedung sekolah tersebut, GoAsianews masih menunggu bocoran/informasi resmi dari Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Sumbar.
Sementara itu, Pengamat konstruksi Ir. Sutan Hendy Alamsyah menyatakan bahwa keakuratan laporan kendali mutu (quality control) dalam proyek sangat berpengaruh terhadap kualitas dan keamanan struktur yang ditangani.
"Hal ini harus menjadi perhatian serius bagi pihak penyelenggara, mengingat infrastruktur ini sangat vital," tegas Sutan Hendy Alamsyah, Senin (26/01/2026).
Lebih lanjut Sutan Hendy Alamsyah menyebutkan, "laporan kendali mutu yang tidak mencerminkan kondisi lapangan secara akurat, dapat menyebabkan ketidak sesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan dilapangan".
"Akibatnya, potensi cacat konstruksi seperti mutu beton yang tidak sesuai spesifikasi, kesalahan pemasangan struktur, hingga penurunan kualitas kerja sulit terdeteksi".
“Dalam pembangunan gedung, kendali mutu menjadi kunci utama. Ketika laporan mutu tidak akurat, maka pengawasan menjadi lemah, dan risiko kegagalan konstruksi meningkat,” ujarnya.
Lebih lanjut, alumni Universitas Indonesia (UI) ini memaparkan, "Ketidak akuratan laporan tersebut dapat disebabkan oleh kurangnya pengujian material, pencatatan data yang tidak lengkap, hingga tekanan penyelesaian proyek dalam batas waktu tertentu".
"Kondisi ini berpotensi membuat penyimpangan mutu, dan baru terlihat setelah pembangunan selesai atau dioperasikan".
"Dampak dari lemahnya kendali mutu tidak hanya menimbulkan kerugian finansial akibat biaya perbaikan, namun juga mengancam keselamatan siswa/siswi serta para guru yang beraktivitas disekolah tersebut. Dan dalam jangka panjang, usia layanan/ketahanan kontruksi dapat menjadi lebih pendek dari yang direncanakan sebelumnya", tambah Sutan.
(deni).



Tidak ada komentar:
Posting Komentar