Tutup Buku TA 2022, Capaian PAD Prov.Sumbar Baik - Go Asianews

Breaking

Tuesday, January 3, 2023

Tutup Buku TA 2022, Capaian PAD Prov.Sumbar Baik



GoAsianews.com

Padang (SUMBAR) - Tutup buku Tahun Anggaran 2022, kinerja Anggaran Pemerintah Provinsi Sumatera menunjukan kondisi yang sangat baik.


Jika dilihat pada sisi Pendapatan Daerah, khususnya Pendapatan Asli Daerah yang realisasinya surplus 100,93 persen dan jika dibandingkan dengan realisasi tahun 2021 secara nominal meningkat sebesar Rp. 296,31 M atau 11,61 persen .


Pendapatan Asli Daerah dinominasi oleh Pendapatan Pajak Daerah yang mengalami surplus 103,84 persen, hal ini menunjukan sebagai salah satu indikator membaiknya kondisi perekonomian Sumatera Barat.


Yakni dibarengi dengan meningkatnya kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak serta beberapa inovasi seperti inovasi "Program 5 Untung" yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang didukung penuh pelaksanaannya oleh Kepolisian Daerah Sumatera Barat.


Dalam halnya Pendapatan Tranfer yang dinominasi dari DAU dan DAK juga memperlihat kondisi sangat baik dengan realisasi mencapai 97,33 persen.


Secara keseluruhan kinerja Pendapatan Daerah tahun 2022 mencapai 99,13Persen. Dari sisi Belanja juga memperlihatkan indikator yang cukup baik yaitu mencapai 94,95 Persen dengan sisa anggaran tahun 2022 lebih kurang Rp. 281,18 miliar. Kondisi ini jauh lebih baik jika dibandingkan kondisi 2021 dimana realisasi belanja 93,78 Persen dengan sisa anggaran tahun 2021 mencapai Rp. 483,68 M.


Secara keseluruhan kinerja realisasi Belanja di bandingkan Realisasi Pendapatan mencapai 95,73Persen dalam arti bahwa dari total realisasi pendapatan dan penerimaan pada tahun 2022, maka 95,73 Persen di realisasikan dalam bentuk belanja untuk semua kegiatan pembangunan dan pelayanan publik di provinsi Sumatera Barat dan sisanya sebesar 4,27 Persen digunakan untuk menutup Defisit Anggaran tahun 2023.


Program disektor pertanian dalam arti luas (pertanian, perkebunan, pangan, kehutanan, peternakan dan perikanan serta kelautan) menunjukan dampak yang sangat baik dengan indikator meningkatnya Nilai Tukar Petani (NTP) jika kita bandingkan Y to Y (rata-rata sampai dengan november 2021) mencapai 107,26 Persen meningkat menjadi 110,40 Persen (rata-rata s.d november 2022) dan jauh melebihi target yang dicantum dalam RPJMD yaitu 100.99 Persen.


Kondisi kesejahteraan masyarakat juga semakin baik yang ditandai dengan indikator menurunnya angka kemiskinan dimana pada Tahun 2021 tingkat kemiskinan di Sumatera Barat sebesar 6,04 menurun pada tahun 2022 ini menjadi 5,92 dan kondisi ini lebih baik dari target pada RPJMD sebesar 6,28. Capaian angka kemiskinan 2022 merupakan angka kemiskinan nomor 6 terendah dari semua provinsi secara nasional.


Dalam halnya kemiskinan ekstrem juga terjadi penurunan dimana pada tahun 2021 mencapai 50.842 jiwa, menurun pada tahun 2022 menjadi 43.671 jiwa atau menurun 14,10 Persen.


Dalam halnya Program Entrepreneur juga memperlihatkan indikator yang cukup baik ditandai dengan menurunnya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dimana pada tahun 2021 mencapai 6,52 Persen dan menurun pada tahun 2022 ini menurun menjadi 6,17 Persen yang juga lebih baik dari target pada RPJMD sebesar 6,60 Persen.


Dalam halnya indikator pelayanan publik yang dinilai oleh Ombudsman, juga mengalami peningkatan signifikan dimana pada tahun 2021 berada pada zona kuning dengan nilai 68,52 kualitas sedang peringkat 25 dari 34 provinsi, dan pada tahun 2022 ini berada pada zona hijau dengan nilai 82,60 kualitas tinggi dan berada pada peringkat 11 dari 34 provinsi.


Atas semua capaian pada tahun 2022, Pemerintah Provinsi Sumatera mengucapkan terimakasih kepada semua masyarakat, DPRD, Forkopimda dan semua organisasi dan lembaga yang telah mensukseskan pembangunan tahun 2022.


Tahun Anggaran 2023, dengan total belanja mencapai Rp. 6.789.260.685.217 yang terdiri dari 291 program, 698 kegiatan dan 2.840 sub kegiatan yang akan dilaksanakan oleh 43 Organisasi Perangat Daerah Provinsi Sumatera Barat.


Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia tetap menjadi fokus utama dengan alokasi anggaran di sektor pendidikan mencapai 33,23 Persen dan disektor kesehatan mencapai 13,99 Persen.


Untuk sektor pertanian sesuai dengan amanat RPJMD, pada APBD 2023 sektor pertanian (Perkebunan, kehutanan, peternakan, kelautan, pangan, perikanan dan irigasi) dialokasikan anggaran sebesar 10,20 Persen. Sedangkan untuk infrastruktur, perhubungan, energi dan lingkungan hidup dialokasikan anggaran sebesar 10,55 Persen.


Walaupun sisa anggaran tahun 2022 yang diproyeksikan untuk menutup defisit 2023 sebesar Rp. 350 M namun realisasi silpa tahun 2022 hanya sekitar Rp. 281,84 M.


Hal ini menunjukan bahwa kinerja realisasi anggaran tahun 2022 jauh lebih baik dari yang diproyeksikan walaupun disisi lain terjadi kekurangan anggaran untuk penutup defisit tahun 2023 tersebut sebesar Rp. 68,82 M, kekurangan penutup defisit ini optimis dapat ditutupi dengan melakukan efisiensi-efisiensi dalam pelaksanaan kegiatan yang dimulai dari awal tahun 2023 sehingga nantinya akan disesuaikan pada proses perubahan APBD 2023 yang direncanakan pada  Agustus nanti.


Pada Tahun 2023 ini merupakan tahun kunjungan wisata sumatera barat "Visit Beautiful West Sumatera 2023" dimana sudah direncanakan akan dilaksanakan lebih kurang 77 kegiatan MICE atau event-event pada tahun 2023 ini, dan yang terbesar adalah kegiatan Pertemuan Nasional Petani Nelayan yang akan dilaksanakan pada Juni 2023 dan direncanakan akan dihadiri oleh sekitar 40 ribu Petani-Nelayan mewakili 34 provinsi dari seluruh Indonesia.


Dalam rangka perbaikan kinerja ditahun 2023 dilakukan tender-tender dini atau dilaksanakan diawal tahun, dengan tujuan nantinya hasil kegiatan tersebut dapat lebih cepat dirasakan oleh masyarakat, wisatawan dan perantau yang mengunjungi Sumatera Barat terutama saat lebaran tahun 2023 ini.


Dalam rangka mendukung dan mendorong Bank Nagari menjadi Bank Nagari Syariah, maka untuk tahun 2023 semua gaji dan penerimaan ASN dilingkungan Pemerintah Sumatera Barat menggunakan Bank Nagari Syariah dengan total rekening ASN sebanyak 18.100 rekening.


Begitu juga dengan transaksi melalui bendahara penerimaan dan pengeluaran juga menggunakan rekning Bank Nagari Syariah dengan total 1.099 rekening.


Atas nama Pemerintah Sumatera Barat, kami mohonkan dukungan, bantuan dan partisipasi dari seluruh unsur Masyarakat, DPRD, Forkopimda serta seluruh organisasi dan lembaga sehingga semua agenda pembangunan pada tahun 2023 yang sudah direncanakan dapat berjalan dengan sukses dan lancar.(rls)

No comments:

Post a Comment

Selamat datang di www.goasianews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred:
-->