GoAsianews.com
Kab.Pessel (SUMBAR) — Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3 PJN Wilayah II Sumbar terus melakukan penanganan terhadap sejumlah titik longsoran di ruas Jalan Nasional Padang-Painan-Kambang, Kabupaten Pesisir Selatan.
Penanganan dilakukan pada tiga lokasi yang dinilai memiliki kondisi lereng rawan mengalami pergerakan tanah. Ketiga lokasi tersebut berada di KM 39+600 Barung-Barung Balantai, KM 94+650 IV Koto Hilia, serta KM 109+450 IV Koto Hilia.
Untuk memperkuat dan menstabilkan lereng, pekerjaan menggunakan metode RWC (Retaining Wall Concrete) atau dinding penahan tanah beton. Struktur tersebut dirancang untuk menahan tekanan lateral tanah sekaligus menjaga kestabilan lereng di sekitar badan jalan.
"Pembangunan dinding penahan tanah menjadi salah satu langkah mitigasi untuk mengurangi potensi terjadinya longsor susulan. Selain menjaga badan jalan dari dampak pergerakan tanah, konstruksi ini juga diharapkan dapat meningkatkan aspek keselamatan bagi masyarakat yang melintas di jalur nasional tersebut" ungkap Kasatker PJN Wilayah II Sumbar, Masudi. Sabtu (22/8/2026).
Lebih lanjut dijelaskan, "penanganan longsoran tersebut merupakan bagian dari upaya Kementerian Pekerjaan Umum melalui BPJN Sumatera Barat dalam menjaga kemantapan dan keamanan jaringan jalan nasional.
Hal ini menjadi penting mengingat ruas Padang-Painan-Kambang berada pada wilayah dengan karakteristik topografi yang didominasi kawasan perbukitan dan memiliki sejumlah titik dengan kondisi lereng yang berpotensi mengalami pergerakan tanah, terutama saat terjadi curah hujan tinggi.
Dari sisi pelaksanaan, pekerjaan penanganan longsoran di tiga lokasi tersebut menunjukkan perkembangan yang positif. Berdasarkan progres pekerjaan, realisasi telah mencapai 82,51 persen, lebih tinggi dibandingkan rencana sebesar 82,07 persen.
Dengan demikian, terdapat deviasi positif sebesar 0,44 persen, yang menunjukkan pelaksanaan pekerjaan masih berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan," ulas Masudi.
Keberadaan infrastruktur pengaman lereng tersebut diharapkan tidak hanya mampu mengatasi dampak longsoran yang telah terjadi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya preventif untuk menjaga keberlanjutan fungsi jalan nasional.
Melalui penanganan tersebut, BPJN Sumatera Barat terus berupaya memastikan kondisi lereng di sepanjang ruas Padang-Painan-Kambang semakin stabil dan badan jalan tetap dapat berfungsi secara optimal.
Dengan terjaganya kondisi jalan nasional, mobilitas masyarakat serta distribusi barang dan jasa di sepanjang jalur Padang-Painan-Kambang diharapkan dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan berkesinambungan. (deni)



Posting Komentar