[Breaking News] "Mixer Truck" Beralih Fungsi Sebagai Alat Pembuat Beton Cair, Keakuratan Laporan Kendali Mutu Jembatan Gantung Duku Dipertanyakan - Go Asianews

Breaking


Selasa, 31 Maret 2026

[Breaking News] "Mixer Truck" Beralih Fungsi Sebagai Alat Pembuat Beton Cair, Keakuratan Laporan Kendali Mutu Jembatan Gantung Duku Dipertanyakan



GoAsianews.com
Kab.Pessel (SUMBAR)
– Penampakan dan indikasi penggunaan "mixer truck" yang beralih fungsi sebagai alat pembuat beton cair pada proyek pembangunan Jembatan Gantung Duku – Subarang Solok I di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, menuai sorotan. 

Kondisi ini memunculkan pertanyaan terkait keakuratan laporan kendali mutu pada pekerjaan konstruksi jembatan tersebut.

Sebagaimana diketahui, mixer truck pada umumnya dirancang khusus sebagai alat pengangkut atau pendistribusi beton cair dari batching plant menuju lokasi pengecoran. Alat ini bukan diperuntukkan sebagai perangkat utama untuk memproduksi beton cair di lapangan.

Berbeda dengan "self loading mixer truck", yang dirancang dengan fungsi lebih lengkap. Jenis alat ini dilengkapi sistem penakaran atau weighing system berupa timbangan digital yang mampu mengukur komposisi material secara presisi sesuai dengan resep campuran beton yang dibutuhkan.

Dari pantauan di lapangan, awak media juga tidak menemukan keberadaan alat lainnya untuk pembuatan beton cair, seperti batching plant mini maupun mesin penunjang lainnya yang lazim digunakan sebagai fasilitas produksi beton ready mix portable. Peralatan tersebut biasanya digunakan untuk memastikan proses pencampuran material beton berlangsung sesuai standar teknis, sekaligus menjaga konsistensi mutu beton yang dihasilkan.


Proses Produksi Beton Cair Mengundang Tanda Tanya 

Situasi ini menimbulkan tanda tanya terkait proses produksi beton yang digunakan pada proyek tersebut, terutama berkaitan dengan kesesuaian metode pelaksanaan sebagaimana acuan dalam dokumen Detail Engineering Design (DED), serta standar spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

Terkait kondisi ini, GoAsianews telah melakukan konfirmasi kepada salah satu pihak yang berkaitan dengan manajemen CV Taman Karya Manggala selaku pihak perusahaan kontraktor pelaksana, Yotrizal yang dikonfimasi pada Senin (16/03/2026) silam mengarahkan sebaiknya menghubungi Ofukenegara.

"Sebaiknya konfirmasi ke pak Ofukenegara, beliau yang berwenang terkait kegiatan tersebut," jelas Yotrizal.

"Beliau pensiunan PU juga, saya rasa bapak kenal," tambahnya.

Namun hingga saat ini, Selasa (31/03), Ofukenegara yang dikonfirmasi melalui selulernya/WhatsApp (08127733xxxx) terkait kegiatan masih slow respon.

 

Harapan Masyarakat 
Terpisah, kondisi ini memunculkan harapan dari berbagai kalangan masyarakat, seyogyanya proses pengawasan teknis dan kendali mutu pada proyek pembangunan Jembatan Gantung Duku – Subarang Solok I yang digawangi oleh BPJN Sumbar ini dapat dilakukan secara transparan, dan sesuai standar konstruksi yang berlaku, mengingat proyek tersebut merupakan infrastruktur penting bagi mobilitas masyarakat setempat.

Sebagaimana diketahui, kegiatan pembangunan infrastruktur jembatan gantung ini bersumber dari dana APBN 2025-2026, yang berada dibawah kewenangan Satker PJN Wilayah II BPJN Sumbar, Ditjen Bina Marga Kementerian PU. Dengan anggaran fisik terkontrak Rp.10.552.961.094.-, dan PT.Jakarta Rencana Selaras KSO PT.Afiza Billimko Konsultan selaku supervisi.
(deni)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Selamat datang di www.goasianews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred:
-->