GoAsianews.com
Kab.Padang Pariaman (SUMBAR)
– Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Provinsi Sumatera Barat terus memacu pelaksanaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Sicaung di Nagari Sicincin, Kabupaten Padang Pariaman. 

Proyek yang tengah berlangsung tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan layanan irigasi bagi sektor pertanian, tetapi juga diyakini akan memberikan berbagai manfaat lain bagi masyarakat dan kawasan sekitar.

Pelaksanaan pembangunan ini mendapat sambutan positif dari warga Nagari Sicincin. Masyarakat menilai rehabilitasi jaringan irigasi merupakan kebutuhan yang telah lama dinantikan karena selain mendukung produktivitas pertanian, juga berpotensi mengatasi persoalan genangan air yang selama ini kerap terjadi di kawasan Pasar Sicincin.


Multi Efek dari Pembangunan 
Sebagai infrastruktur pengairan, jaringan irigasi memiliki fungsi utama menyediakan, membagikan, serta mengalirkan air dari sumber menuju lahan pertanian. Dengan sistem irigasi yang lebih baik, ketersediaan air bagi areal persawahan diharapkan semakin terjamin sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan hasil produksi petani.

Di sisi lain, rehabilitasi saluran juga diproyeksikan mampu memperlancar aliran air hujan yang selama ini sering menyebabkan genangan pada ruas Jalan Nasional Padang–Bukittinggi, khususnya di kawasan Pasar Sicincin. 

Permasalahan tersebut telah lama dikeluhkan para pengguna jalan maupun pedagang karena mengganggu aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.

Kegiatan rehabilitasi infrastruktur yang dilakukan dalam menjaga fungsional jaringan irigasi, item pemasangan plat beton sebagai penutup saluran irigasi didepan kawasan pertokoan menjadi salah satu bagian penting dari pekerjaan tersebut.

Keberadaan plat beton ini akan memiliki berbagai manfaat, mulai dari memperluas area fungsional pertokoan yang dapat dimanfaatkan sebagai lokasi parkir sementara maupun area bongkar muat barang tanpa mengganggu fungsi saluran air.

Selain itu, penutup saluran juga berfungsi sebagai trotoar yang memberikan jalur pejalan kaki yang lebih aman dan nyaman. Infrastruktur tersebut turut membantu mengurangi risiko kecelakaan akibat saluran terbuka sekaligus menciptakan kawasan perdagangan yang lebih rapi, bersih, dan tertata.

Manfaat lainnya adalah meminimalkan masuknya sampah rumah tangga maupun limbah pertokoan ke dalam saluran yang berpotensi menyebabkan penyumbatan. Dengan demikian, sirkulasi air tetap berjalan lancar saat musim hujan maupun ketika saluran digunakan untuk mengalirkan air irigasi menuju lahan pertanian.


Respon Positif Masyarakat 
Warga menyambut baik pembangunan tersebut. Salah seorang pedagang, Marlin, mengaku bersyukur karena perbaikan saluran irigasi diharapkan dapat mengurangi banjir yang selama ini kerap melanda kawasan pertokoan saat hujan turun.

"Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah daerah yang telah berupaya memperbaiki saluran irigasi, karena saat hujan melanda kami kerap mengalami genangan banjir yang mengganggu aktivitas berdagang," ujarnya, Kamis (16/7/2026).

Apresiasi juga terucap dari pihak pelaksana pekerjaan. Zul, salah seorang pekerja di lapangan, mengucapkan terima kasih kepada para pemilik toko yang telah mendukung kelancaran pembangunan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada warga pemilik toko yang telah bersabar menunggu selesainya proses pengerjaan pembangunan. Dukungan masyarakat sangat membantu kelancaran pekerjaan di lapangan," katanya.

Sebagaimana diketahui, rehabilitasi jaringan irigasi tersebut dilaksanakan oleh CV. Trigatra Aritama Kontruksi Persada dengan nilai kontrak fisik sebesar Rp950.574.000. Sementara pengawasan pekerjaan dilakukan oleh CV. Arkaan Nusantara Consultant. Proyek ini memiliki masa pelaksanaan selama 120 hari kalender.

Dengan rehabilitasi yang tengah berjalan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, melalui Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Sumbar, Rifda Suriani mengatakan bahwa Jaringan Irigasi Sicaung tidak hanya menjadi penunjang sektor pertanian, tetapi juga menjadi infrastruktur multifungsi.

"Jaringan Irigasi Sicaung tidak hanya menjadi penunjang sektor pertanian, tetapi juga akan menjadi infrastruktur multifungsi, yang mendukung pengendalian genangan, meningkatkan keselamatan pengguna jalan dan pejalan kaki, serta memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan Pasar Sicincin", ulas Rifda.
(deni)

 


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Kunjungi Kami Juga Di


SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS