GoAsianews.com
Padang (SUMBAR) – Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera V (BWSS V) Padang tengah melaksanakan Rehabilitasi Prasarana Air Baku Intake Lubuk Paraku di Kota Padang sebagai upaya menjaga keandalan pasokan air baku bagi masyarakat.
Intake Lubuk Paraku merupakan salah satu prasarana strategis penyediaan air baku untuk Perumda Air Minum (PDAM) yang melayani wilayah selatan Kota Padang. Selain itu, fasilitas ini juga menyuplai kebutuhan air baku bagi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gadut.
Rehabilitasi tersebut dilakukan setelah prasarana Intake Lubuk Paraku mengalami kerusakan akibat bencana banjir dan galodo yang melanda Kota Padang pada 25 hingga 27 November 2025.
Dengan masa pelaksanaan pekerjaan selama 210 hari kalender, rehabilitasi ini bertujuan memulihkan sekaligus meningkatkan fungsi intake agar kembali beroperasi secara optimal. Langkah ini dinilai penting mengingat keberadaan Intake Lubuk Paraku memiliki peran vital dalam menjaga kontinuitas layanan air bersih bagi masyarakat.
Apabila prasarana tersebut mengalami gangguan, maka layanan distribusi air di Kecamatan Padang Selatan dan Padang Barat berpotensi terdampak. Diperkirakan sekitar 1.500 hingga 2.000 pelanggan PDAM akan merasakan dampak apabila pasokan air baku tidak berjalan secara normal.
Melalui pelaksanaan rehabilitasi ini, BWSS V Padang berharap Intake Lubuk Paraku dapat kembali berfungsi secara andal, optimal, dan berkelanjutan. Dengan demikian, pasokan air baku menuju IPA Gadut dapat terjaga sehingga pelayanan air bersih kepada masyarakat Kota Padang tetap berjalan dengan baik.
Pekerjaan rehabilitasi ini menjadi bagian dari komitmen Ditjen SDA Kementerian PU dalam memperkuat infrastruktur sumber daya air yang tangguh terhadap bencana, sekaligus menjamin ketersediaan air baku bagi kebutuhan masyarakat, terutama di kawasan yang bergantung pada layanan distribusi air bersih. (deni)



Posting Komentar