GoAsianews.com
Kab. Solok (SUMBAR)
— Pascabanjir bandang atau galodo yang menerjang Nagari Batang Barus dan Koto Gaek Guguak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang terus melakukan penanganan darurat di sejumlah titik terdampak.

Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum melalui BWS Sumatera V Padang bergerak melakukan pembersihan dan normalisasi alur sungai yang terdampak material galodo hingga saat ini.

Bencana yang terjadi pada Senin malam (21/9/2026) tersebut membawa material lumpur, batu berukuran besar serta kayu. Material tersebut menutup dan menggeser sejumlah alur sungai serta berdampak terhadap permukiman warga, kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok hingga akses masyarakat.

Untuk mempercepat penanganan, BWS Sumatera V Padang telah memobilisasi tiga unit excavator dan dua unit mobile pump ke lokasi terdampak.

Alat berat tersebut dikerahkan untuk menangani titik-titik kritis yang mengalami penyumbatan material, termasuk membersihkan material yang masuk ke rumah-rumah warga serta yang menumpuk di kawasan kompleks perkantoran Pemkab Solok.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BWS Sumatera V Padang, Reski Wahyudi, mengatakan, dalam waktu 24 jam setelah kejadian, tim kaji cepat telah melakukan pemetaan terhadap kondisi alur sungai dan wilayah yang terdampak.

“Tim kaji cepat telah memetakan alur sungai sepanjang 2 kilometer yang bergeser dengan material dominan berupa batu besar. Kondisi ini berpotensi menimbulkan banjir susulan,” ujar Reski Wahyudi.

Ia menjelaskan, perubahan dan pergeseran alur sungai menjadi salah satu perhatian utama dalam penanganan pascagalodo. Tumpukan material dalam jumlah besar berpotensi menghambat aliran air dan meningkatkan risiko terjadinya genangan maupun banjir susulan apabila tidak segera ditangani.

“Fokus utama pekerjaan adalah menjaga konektivitas jalan untuk distribusi bantuan dan evakuasi, serta membuka alur sungai agar air dapat mengalir dengan lancar,” terangnya.

Menurut Reski, BWS Sumatera V Padang akan terus melakukan penanganan di lapangan dengan memprioritaskan titik-titik yang dinilai paling kritis.

Selain membuka kembali alur sungai, pembersihan material di kawasan permukiman juga dilakukan guna membantu masyarakat terdampak sekaligus mempercepat pemulihan kondisi lingkungan.

Penanganan darurat ini diharapkan mampu mengurangi potensi penyumbatan aliran sungai dan risiko banjir susulan. Di sisi lain, terbukanya akses jalan juga menjadi bagian penting untuk mendukung proses evakuasi serta kelancaran distribusi bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana.

BWS Sumatera V Padang memastikan penanganan akan terus dilakukan secara bertahap sesuai hasil pemetaan dan kondisi di lapangan.
(Deni) 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Kunjungi Kami Juga Di


SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS