![]() |
| Banjir menggenai areal fasilitas kesehatan masyarakat / Puskesmas Kel.Rawang. |
GoAsianews.com
Padang (SUMBAR) – Kawasan permukiman padat penduduk di Kelurahan Rawang, Kecamatan Padang Selatan, kembali dilanda banjir pada Minggu (14/6/2026). Tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur Kota Padang sejak siang hingga sore menyebabkan genangan air cukup tinggi di kawasan Komplek Jondul dan sekitarnya.
Permasalahan banjir yang kerap terjadi di wilayah tersebut sejatinya telah menjadi perhatian pemerintah pusat. Hal itu ditandai dengan kunjungan kerja Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, ke kawasan Jondul Rawang pada Jumat malam, 2 Mei 2025 lalu.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri PU didampingi Anggota DPR RI Andre Rosiade dan Zigo Rolanda, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, Wali Kota Padang Fadly Amran, Anggota DPRD Kota Padang Rachmad Wijaya, serta sejumlah pejabat lainnya.
Saat itu, Pemerintah Kota Padang menyerahkan Detail Engineering Design (DED) dan proposal penanganan banjir Jondul Rawang kepada Menteri PU, Dody Hanggodo. Berbagai solusi jangka pendek maupun jangka panjang untuk mengatasi persoalan banjir menjadi bahan pembahasan dalam pertemuan tersebut.
Namun hingga pertengahan tahun 2026 ini, realisasi pembangunan fisik penanganan banjir di kawasan tersebut masih belum terlihat.
Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Padang, Malvi Hendri, menjelaskan bahwa usulan yang telah diajukan saat ini masih berada pada tahap reviu perencanaan oleh Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Barat, Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PU.
"Terkait Jondul Rawang, sekarang masih proses review perencanaan oleh Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Barat, Ditjen Cipta Karya Kementerian PU", ujar Malvi Hendri saat dihubungi GoAsianews, Senin (15/6/2026).
"Kami sudah berkoordinasi melalui kunjungan bersama Pak Wawako, Sekda dan OPD terkait, semoga hasil reviu perencanaan dan pelaksanaannya dapat segera terealisasi", tambahnya.
Mengenai jadwal pelaksanaan fisik proyek, Malvi memperkirakan pekerjaan tersebut baru dapat direalisasikan pada tahun depan.
"Sepertinya tahun depan, karena melihat kondisi sekarang yang fokus ke transisi tanggap darurat. Jadi skema untuk pekerjaan fisik dari Ditjen Cipta Karya direncanakan pada tahun depan. Mudah-mudahan tidak ada lagi kebijakan efisiensi," ulas Malvi.
Masyarakat Rawang pun berharap rencana penanganan banjir yang telah lama diwacanakan dapat segera diwujudkan. Pasalnya, setiap musim hujan kawasan tersebut hampir selalu menjadi langganan genangan yang mengganggu aktivitas warga dan berpotensi menimbulkan kerugian materiil.
(deni)



Posting Komentar