Pengguntiang pita telah dilakukan oleh Wakil Ketua Komisi VI DPRRI, Andre Rosiade, pada Jum'at 5 Juni 2026 lalu, sebagai tanda  fasilitas Lahan Parkir Truk wilayah By Pass - Teluk Bayur ini siap untuk digunakan sebagaimana fungsinya.


GoAsianews.com
Padang (SUMBAR)
— Keberadaan lahan parkir truk di kawasan By Pass Teluk Bayur beserta berbagai sarana dan prasarana penunjang yang tersedia di dalamnya diharapkan tidak sekadar menjadi bangunan seremonial semata. 

Fasilitas yang dibangun menggunakan anggaran daerah tersebut harus benar-benar mampu menjawab berbagai persoalan lalu lintas yang selama ini terjadi di ruas jalan menuju Pelabuhan Teluk Bayur.

Selama bertahun-tahun, parkir liar truk di sepanjang jalur tersebut telah melampaui batas kewajaran dan menimbulkan kesemrawutan. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kelancaran arus kendaraan, tetapi juga kerap memicu insiden lalu lintas akibat menyempitnya badan jalan dan terhalangnya jarak pandang pengendara.

 

Puluhan Truk masih terlihat berjejer parkir disepanjang ruas jalan By pass - Teluk Bayur, (9/6).

Pantauan pada Selasa sore, 9 Juni 2026,  menunjukkan kondisi yang cukup memprihatinkan. Lahan parkir truk yang telah disediakan pemerintah terlihat nyaris kosong. Sebaliknya, di luar area parkir resmi, puluhan truk masih bebas berhenti dan ngetem di sepanjang ruas jalan mulai dari gerbang masuk lahan parkir hingga kawasan Bukit Putus.

Fenomena tersebut memunculkan pertanyaan besar mengenai efektivitas pengelolaan dan penegakan aturan yang telah ditetapkan. Jika fasilitas parkir telah tersedia dengan kapasitas dan kelengkapan yang memadai, mengapa praktik parkir liar masih terus berlangsung?

Kondisi ini menjadi alarm bagi pemerintah daerah, khususnya Dinas Perhubungan Kota Padang, untuk menunjukkan konsistensi dalam melakukan pengawasan dan penindakan terhadap pelanggaran parkir liar. Penegakan aturan yang tegas dan berkelanjutan menjadi kunci agar tujuan pembangunan fasilitas tersebut benar-benar tercapai.

Masyarakat berharap keberadaan lahan parkir truk ini mampu menciptakan ketertiban lalu lintas, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, serta mengembalikan fungsi jalan sebagaimana mestinya. 

Jangan sampai kemegahan acara peresmian hanya menjadi dokumentasi formal belaka, sementara persoalan utama yang menjadi alasan pembangunan fasilitas tersebut tetap tidak terselesaikan.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah proyek publik bukan terletak pada megahnya seremoni peresmian, melainkan pada manfaat nyata yang dirasakan masyarakat dan efektivitasnya dalam menyelesaikan persoalan yang ada. (deni)


Lihat video lengkapnya klik IG GoAsianews 

 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Kunjungi Kami Juga Di


SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS