GoAsianews.com
Padang (SUMBAR) — Pelaksanaan pekerjaan Peningkatan Drainase TPU Tunggal Hitam terus menunjukkan perkembangan. Memasuki Minggu ke-6 pelaksanaan, kegiatan yang dikerjakan oleh CV Yonetta Cahaya Kelbi tersebut terus berjalan sesuai tahapan pekerjaan di lapangan.
Berdasarkan progres pekerjaan hingga Minggu ke-5, atau per 16 Agustus 2026, capaian pekerjaan tercatat sebesar 35,561 persen.
Perkembangan tersebut menjadi perhatian masyarakat, terutama karena sebelumnya muncul sejumlah kritikan dan masukan terkait pelaksanaan pekerjaan. Kritik yang disampaikan masyarakat dinilai sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial untuk memastikan pembangunan yang menggunakan anggaran pemerintah dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat maksimal.
Pihak CV Yonetta Cahaya Kelbi mengapresiasi setiap kritik, masukan maupun perhatian masyarakat terhadap pekerjaan tersebut. Bagi pelaksana, kontrol dari masyarakat justru dapat menjadi bahan evaluasi agar pekerjaan di lapangan dapat terus ditingkatkan.
“Kami mengapresiasi kritik dan masukan dari masyarakat. Bagi kami, perhatian masyarakat merupakan bagian dari kontrol terhadap pelaksanaan pembangunan. Selama kritik tersebut bertujuan untuk perbaikan, tentu akan menjadi masukan bagi kami,” ujar Azim, pihak pelaksana lapangan CV. Yonetta.
Menurutnya, pelaksanaan pekerjaan akan terus dipacu dengan tetap memperhatikan ketentuan teknis, kualitas pekerjaan serta tahapan yang telah ditetapkan dalam dokumen kontrak.
Dengan progres yang telah mencapai 35,561 persen pada Minggu ke-5, CV Yonetta berharap pelaksanaan pekerjaan Peningkatan Drainase TPU Tunggal Hitam dapat terus berjalan lancar hingga selesai.
Pihak pelaksana juga menyatakan keterbukaan terhadap pengawasan dan masukan dari berbagai pihak, sehingga pekerjaan tersebut nantinya dapat memberikan hasil yang optimal bagi masyarakat.
"Bagi kami, kritik masyarakat bukanlah sebuah hambatan, melainkan sebagai bentuk kepedulian bersama untuk memastikan pembangunan berjalan transparan, tepat mutu, dan memberikan manfaat sesuai tujuan pekerjaan," ulas Azim.
Menjawab masukan masyarakat
Menanggapi sejumlah masukan dan kritikan yang mencuat terkait pelaksanaan pekerjaan Peningkatan Drainase TPU Tunggal Hitam, Azim selaku pihak kontraktor pelaksana menyampaikan penjelasan mengenai beberapa hal yang menjadi perhatian masyarakat.
- Terkait pemasangan besi stek, Azim menjelaskan bahwa terdapat beberapa titik yang dinilai kurang stabil maupun memiliki jarak yang belum sesuai. Namun, menurutnya, kondisi tersebut tidak terjadi pada seluruh bagian pekerjaan.
“Pemasangan besi stek ada beberapa saja yang kurang stabil dan jaraknya. Selebihnya sudah sesuai spek teknis. Namun, tidak semuanya seperti itu dan akan segera kami perbaiki,” ujar Azim.
- Sementara mengenai pasangan batu yang mengalami penambahan ketinggian, Azim menjelaskan bahwa bagian tersebut memang tidak menggunakan koporan sebagaimana yang terdapat pada gambar pekerjaan. Namun, untuk pasangan yang berfungsi sebagai turap, pihaknya memastikan telah memasang lantai kerja dan koporan.
“Pasangan batu yang menambah tinggi memang tidak menggunakan koporan di gambar. Tetapi pasangan yang turap sudah kami pasangkan lantai kerja dan koporannya. Itu juga sudah dicek bersama konsultan pengawas sebelum pemasangan,” jelasnya.
- Azim juga memberikan penjelasan mengenai acian pada pasangan lama yang sebelumnya menjadi perhatian. Ia menyebutkan bahwa lapisan acian pada pasangan lama telah dikupas menggunakan breaker sebelum pekerjaan dilanjutkan.
“Acian pasangan lama sudah kami kupas menggunakan breaker. Mungkin ada beberapa bagian yang belum, dan itu akan segera kami perbaiki,” katanya.
- Menanggapi sorotan mengenai penggunaan batu berukuran besar pada pekerjaan pasangan, Azim menegaskan bahwa batu yang digunakan menurutnya masih dalam ukuran yang dapat ditangani secara manual oleh pekerja.
“Penempatan batu besar tersebut tidak terlalu besar. Masih sanggup diangkat menggunakan tangan oleh satu orang. Kalau memang besar, pasti tidak akan sanggup mengangkatnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, campuran adukan yang digunakan dalam pekerjaan pasangan batu juga telah mengikuti spesifikasi teknis yang ditetapkan.
Menurut Azim, salah satu indikator bahwa pasangan tersebut cukup kuat terlihat setelah lokasi pekerjaan sempat terkena banjir. Ia menyebutkan, pasangan batu yang telah terpasang tetap dalam kondisi aman dan tidak mengalami kerusakan.
“Adukan sudah sesuai spek teknis. Ketika selesai terpasang, terkena banjir dan pasangan tetap aman, tidak ada yang roboh ataupun bergeser,” ungkapnya.
Azim menegaskan bahwa pihak kontraktor akan terus melakukan evaluasi terhadap pekerjaan di lapangan. Sejumlah bagian yang dinilai masih perlu penyempurnaan, kata dia, akan segera diperbaiki agar pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan sesuai spesifikasi teknis dan ketentuan yang telah ditetapkan.
Pihak kontraktor juga berharap masukan masyarakat terhadap pekerjaan tersebut dapat menjadi bagian dari pengawasan bersama, sehingga pembangunan Peningkatan Drainase TPU Tunggal Hitam dapat memberikan hasil yang optimal dan sesuai dengan tujuan pekerjaan.
Sebagaimana diketahui, kegiatan pembangunan Peningkatan Drainase TPU Tunggal Hitam ini tertuang dalam kontrak nomor; 600.4/06/DRN.TPU/PPK04-DLH/VII/2026, dengan anggaran fisik senilai Rp2.512.219.859.-, dan dalam pengawasan dilapangan, DLH Kota Padang melibatkan CV Putra Cipta Mandiri Consultant selaku supervisi.(deni)



Posting Komentar