GoAsianews.com
Padang (SUMBAR)
— Masyarakat di seluruh wilayah Sumatera Barat (Sumbar) diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana gerakan tanah atau longsor yang dapat terjadi di sejumlah daerah yang dipicu oleh cuaca ekstrem.

Imbauan tersebut menyusul peringatan dini yang disampaikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada 5 Agustus 2026, berdasarkan prakiraan potensi gerakan tanah yang dikeluarkan Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Potensi gerakan tanah perlu menjadi perhatian serius, terutama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan perbukitan, lereng, maupun wilayah yang memiliki tingkat kerawanan terhadap bencana longsor.

Sehubungan dengan kondisi tersebut, pemerintah daerah di seluruh Sumatera Barat bersama masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan diminta memperkuat langkah kesiapsiagaan serta sistem peringatan dini.

Upaya tersebut penting dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk meminimalkan risiko dan dampak yang dapat ditimbulkan apabila terjadi bencana gerakan tanah selama Agustus 2026.

Masyarakat juga diharapkan tetap memperhatikan informasi dan peringatan resmi dari pemerintah maupun instansi kebencanaan. Jika terdapat tanda-tanda yang mengarah pada potensi longsor, warga di kawasan rawan diminta segera meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan petugas.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat, Erasukma Munaf menyampaikan bahwa kesiapsiagaan menjadi salah satu kunci dalam menghadapi potensi bencana.

"Dengan koordinasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan, risiko korban maupun kerugian akibat bencana diharapkan dapat ditekan," papar Erasukma Munaf, Senin (10/8/2026).

"Karena kesiapsiagaan menjadi salah satu kunci dalam menghadapi potensi bencana, terutama saat cuaca ekstrem," tambahnya.
(deni) 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Kunjungi Kami Juga Di


SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS