Mentan Amran Kecewa, Penyaluran Bantuan dan Pemulihan Pascabencana Sektor Pertanian di Sumbar Lamban - Go Asianews

Breaking


Rabu, 15 April 2026

Mentan Amran Kecewa, Penyaluran Bantuan dan Pemulihan Pascabencana Sektor Pertanian di Sumbar Lamban



GoAsianews.com
Kab.Padang Pariaman
— Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, meluapkan kekecewaannya saat meninjau langsung lokasi terdampak banjir di Pasie Laweh, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Selasa (14/4/2026).

Kekecewaan tersebut disampaikan Amran lantaran lambatnya penyaluran bantuan bagi petani oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Padahal, pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian telah mengucurkan anggaran dalam jumlah besar sejak awal tahun.

“Kurang lebih bantuan yang telah Kementan kucurkan untuk Sumatera Barat sekitar Rp500 miliar,” ungkap Amran di sela kunjungan.

Ia menegaskan bahwa anggaran darurat tersebut telah disalurkan sejak Januari 2026, dengan tujuan mempercepat pemulihan sektor pertanian pascabencana.

Adapun bantuan yang dimaksud meliputi berbagai kebutuhan petani, seperti alat dan mesin pertanian, benih, serta dukungan lainnya guna memastikan keberlanjutan produksi.

Selain penyaluran bantuan, Amran juga menyoroti lambannya penanganan pascabencana, khususnya dalam aspek rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) lahan pertanian yang terdampak banjir.

Menurutnya, keterlambatan ini berpotensi menghambat kelancaran dan keberlanjutan sektor pertanian di wilayah tersebut.

“Pemerintah daerah meminta waktu satu bulan untuk menuntaskan semua ini, tapi kalau tidak mampu, kita akan alihkan lagi dananya ke pusat dan ambil alih,” tegasnya.

Amran berharap pemerintah daerah segera bergerak cepat, agar bantuan dan pemulihan yang dilakukan dapat dirasakan manfaatnya oleh para petani yang terdampak bencana.

"Jangan seperti ini, beberapa hari jelang kunjungan saya baru dilakukan penanganan," papar Amran dengan nada penuh kecewa.

 

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman juga mengingatkan dengan tegas, untuk jangan coba-coba menghambat atau mengambil kesempatan dan mencari celah keuntungan dalam penanganan pasca bencana ini. 

(deni)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Selamat datang di www.goasianews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred:
-->