Ratusan Demonstran Turun kejalan Kota New York Protes Serangan Militer Gabungan AS-Israel ke Iran - Go Asianews

Breaking


Minggu, 01 Maret 2026

Ratusan Demonstran Turun kejalan Kota New York Protes Serangan Militer Gabungan AS-Israel ke Iran



GoAsianews.com
NEW YORK
— Ratusan pengunjuk rasa turun ke jalanan Kota New York pada Sabtu (1/3) waktu setempat untuk memprotes serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Aksi tersebut dipicu oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang dinilai sejumlah pihak sebagai awal dari potensi konflik global berskala besar.

Dengan membawa poster bertuliskan “Hentikan Perang AS di Timur Tengah” dan “No More Endless Wars”, massa berkumpul di sejumlah titik strategis sebelum bergerak menuju kawasan pusat kota. Mereka mengecam operasi militer bertajuk “Epic Fury” yang disebut sebagai bentuk eskalasi berbahaya dan ancaman serius bagi stabilitas internasional.

Koordinator aksi, dalam orasinya, menuduh operasi tersebut sebagai upaya perluasan pengaruh imperialis yang berisiko mengorbankan warga sipil. “Kita tidak ingin perang lain yang hanya membawa kehancuran bagi rakyat biasa, baik di Timur Tengah maupun di sini,” ujarnya di hadapan kerumunan.

Aksi protes pecah tak lama setelah konfirmasi operasi tempur disampaikan oleh Donald Trump, yang menyatakan bahwa langkah militer diambil sebagai respons atas ancaman keamanan regional. Pernyataan tersebut langsung memicu reaksi keras dari Iran.

Garda Revolusi Iran (IRGC) kemudian melancarkan serangan balasan berupa rentetan rudal yang menargetkan pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Media regional melaporkan ledakan terdengar di beberapa fasilitas militer, meski hingga kini belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban.

Situasi ini membuat kekhawatiran global meningkat tajam. Sejumlah analis menilai bahwa eskalasi cepat antara kedua pihak berpotensi menyeret negara-negara lain ke dalam konflik terbuka, mengingat kompleksitas aliansi dan kepentingan geopolitik di kawasan tersebut.

Ketegangan yang terus meningkat ini kini menjadi sorotan dunia, dengan banyak pihak menyerukan penahanan diri dan dialog guna menghindari potensi perang berskala global. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Selamat datang di www.goasianews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred:
-->