GoAsianews.com
Sidoarjo (JATIM)
— Ratusan santri di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (1/9/2026). Para santri kemudian dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Notopuro.

Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Satgas MBG Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengatakan seluruh pasien yang datang ke rumah sakit telah mendapatkan penanganan medis.

"Jumlah yang ratusan datang ke rumah sakit ini, kemudian dalam waktu yang sangat pendek, itu semua bisa ditangani. Enggak ada yang, mohon maaf, terbengkalai pasien," ujar Emil.

Emil mengungkapkan, berdasarkan data sementara yang diterimanya, santri yang mengalami keluhan kesehatan tidak hanya berasal dari satu pondok pesantren. Sejumlah siswa dari sekolah lain juga dilaporkan mengalami keluhan serupa.

Kesamaan dari para penerima MBG tersebut, menurut Emil, adalah makanan yang mereka konsumsi berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sama, yakni SPPG Tanggulangin Kali Tengah.

"Memang juga ada data yang menunjukkan selain dari pondok pesantren beliau, Manbaul Hikam, ada juga dari sekolah-sekolah lain itu juga mengalami keluhan. Jadi, kesamaannya adalah konsumsi dari SPPG yang sama, SPPG Tanggulangin Kali Tengah," kata Emil.

Sementara itu, Wakil Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Jawa Timur, Teguh Bayu Wibowo, memastikan SPPG yang menjadi pemasok makanan tersebut telah dihentikan sementara operasionalnya.

"Kami juga tadi sudah mendapatkan informasi langsung dan kami bergerak ke SPPG. Untuk saat ini, SPPG kita berhenti operasional," ujar Teguh.

Pengasuh Pondok Pesantren Manbaul Hikam menjelaskan, terdapat sekitar 1.000 santri yang mengonsumsi menu MBG pada saat kejadian. Dari jumlah tersebut, sebanyak 431 santri harus dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.

"Hari ini yang dievakuasi ke rumah sakit 431. Ya, kondisi kekuatan fisik masing-masing santri beda-beda," ujarnya.

Hingga kini, penanganan terhadap para santri terus dilakukan. Penghentian sementara operasional SPPG menjadi langkah awal untuk mencegah kembali munculnya keluhan serupa, sekaligus memberikan ruang bagi pihak terkait melakukan pemeriksaan dan evaluasi terhadap makanan yang didistribusikan.

Pemerintah daerah bersama BGN dan pihak terkait diharapkan dapat segera mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut, termasuk memastikan keamanan dan kelayakan makanan MBG sebelum kembali didistribusikan kepada para penerima manfaat. (dn/rd) 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Kunjungi Kami Juga Di


SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS