GoAsianews.com
Padang (SUMBAR) — Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang saat ini tengah melaksanakan pekerjaan Rehabilitasi Prasarana Air Baku pada Intake Lubuk Paraku, Kota Padang. Pekerjaan tersebut dilakukan sebagai upaya memulihkan sekaligus meningkatkan fungsi prasarana pengambilan air baku yang berperan penting dalam mendukung sistem penyediaan air bersih bagi masyarakat.
Intake Lubuk Paraku merupakan salah satu prasarana penyediaan air baku untuk pelayanan Perumda Air Minum Kota Padang, khususnya di wilayah selatan Kota Padang. Prasarana tersebut juga menjadi salah satu sumber pasokan air baku bagi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gadut.
Namun, kondisi Intake Lubuk Paraku turut terdampak bencana banjir dan galodo yang terjadi pada 25–27 November 2025 silam.
Kerusakan maupun gangguan pada prasarana tersebut berpotensi memengaruhi kelancaran pasokan air baku yang berdampak terhadap pelayanan air kepada masyarakat, seperti terhadap layanan air di wilayah Kecamatan Padang Selatan dan Padang Barat, dengan sekitar 1.500 hingga 2.000 pelanggan Perumda Air Minum Kota Padang.
Karena itu, rehabilitasi menjadi langkah penting untuk memastikan fungsi intake dapat kembali berjalan secara optimal, andal, dan berkelanjutan.
Terpisah, Perumda Air Minum Kota Padang menjelaskan bahwa pekerjaan tersebut merupakan bagian dari upaya perbaikan dan pemeliharaan infrastruktur intake agar dapat kembali berfungsi secara maksimal dalam mendukung proses pengambilan dan pengaliran air baku.
“Pekerjaan ini dilakukan sebagai upaya perbaikan dan pemeliharaan infrastruktur intake agar dapat berfungsi secara optimal dalam mendukung proses pengambilan dan pengaliran air baku,” ungkap Bidhumas Perumda AM Padang, Adhie Zein, Selasa (2/9/2026).
Menurut Adhie, pelaksanaan pekerjaan mencakup sejumlah kegiatan teknis yang disesuaikan dengan kondisi prasarana di lapangan.
“Pelaksanaan pekerjaan meliputi kegiatan pemeriksaan kondisi bangunan, perbaikan bagian mercu yang mengalami kerusakan, serta pekerjaan pendukung lainnya sesuai dengan kebutuhan teknis di lapangan,” jelasnya.
Perbaikan pada bagian mercu menjadi salah satu pekerjaan penting mengingat bagian tersebut merupakan komponen utama dalam sistem Intake Lubuk Paraku.
Adhie berharap, setelah pekerjaan rehabilitasi selesai dilaksanakan, kondisi Mercu Intake Lubuk Paraku dapat kembali berfungsi sebagaimana mestinya sehingga mampu menunjang keberlangsungan sistem penyediaan air baku.
“Dengan dilaksanakannya pekerjaan perbaikan ini, diharapkan kondisi Mercu Intake Lubuk Paraku dapat kembali berfungsi dengan baik, lebih andal, serta mampu mendukung keberlanjutan sistem penyediaan air baku bagi kebutuhan masyarakat kota,” harap Adhie.
Dengan rehabilitasi tersebut, Intake Lubuk Paraku diharapkan tidak hanya kembali berfungsi pascabencana, tetapi juga memiliki keandalan yang lebih baik dalam mendukung kebutuhan air baku bagi masyarakat Kota Padang, khususnya wilayah pelayanan yang bergantung pada sistem tersebut. (deni)



Posting Komentar