GoAsianews.com
Padang (SUMBAR)
– Pemerintah Kota Padang melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Padang menggelar Rapat Evaluasi Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Triwulan III Tahun 2026.

Rapat tersebut dipimpin langsung Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir dan dihadiri jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menjadi penghasil PAD di lingkungan Pemerintah Kota Padang.

Kepala Bapenda Kota Padang, Atos, menyampaikan bahwa target PAD Kota Padang dalam APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026 ditetapkan sebesar Rp1,04 triliun.

Sementara itu, hingga 7 September 2026, realisasi PAD telah mencapai Rp628,586 miliar atau sekitar 64,43 persen dari target yang telah ditetapkan.

Dengan capaian tersebut, masih terdapat sekitar Rp411,414 miliar yang harus dikejar untuk memenuhi target PAD sebesar Rp1,04 triliun hingga akhir tahun anggaran.

Evaluasi ini menjadi penting untuk melihat perkembangan penerimaan dari masing-masing sektor sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang berpotensi memengaruhi pencapaian target.

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir meminta seluruh pimpinan OPD penghasil PAD agar meningkatkan kinerja dan bersama-sama mengejar target yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Menurut Maigus, pencapaian target PAD bukan hanya menjadi tanggung jawab Bapenda, melainkan merupakan tanggung jawab seluruh OPD yang memiliki sumber-sumber pendapatan daerah.

“Target ini sudah disepakati sejak awal dan dituangkan dalam Perda APBD Perubahan. Karena itu, menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mencapainya,” tegasnya.

Ia mendorong setiap OPD agar lebih serius mengoptimalkan potensi pendapatan yang menjadi kewenangannya, termasuk melakukan evaluasi terhadap capaian penerimaan serta mengambil langkah percepatan apabila realisasi masih berada di bawah target.

Menurutnya, optimalisasi PAD memiliki posisi strategis dalam mendukung kemampuan fiskal daerah. Semakin optimal pendapatan yang berhasil dihimpun, semakin besar pula ruang fiskal pemerintah daerah dalam membiayai berbagai program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

Karena itu, Maigus menekankan pentingnya sinergi antarpimpinan OPD, termasuk memastikan setiap potensi pendapatan daerah dapat dikelola secara optimal, terukur, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dengan waktu yang tersisa hingga akhir tahun anggaran, Pemerintah Kota Padang kini dituntut untuk bekerja lebih maksimal agar capaian PAD tidak hanya berhenti pada angka 64,43 persen, tetapi mampu memenuhi target Rp1,04 triliun yang telah ditetapkan dalam APBD Perubahan 2026. (deni)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Kunjungi Kami Juga Di


SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS