GoAsianews.com
Kab.Pessel (SUMBAR) — Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat mulai melakukan rehabilitasi Jembatan Silaut yang berada pada ruas Jalan Tapan–Batas Bengkulu, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.
Rehabilitasi dilakukan sebagai langkah untuk menjaga fungsi dan keandalan jembatan, sekaligus memastikan keselamatan serta kelancaran mobilitas masyarakat yang melintasi jalur tersebut.
Diketahui, kondisi Jembatan Silaut mulai mengalami kerusakan sejak 2024. Seiring dengan kondisi tersebut, penanganan terhadap bentangan jembatan dinilai perlu segera dilakukan agar fungsi jembatan tetap terjaga dan dapat memberikan layanan yang aman bagi para pengguna jalan.
Untuk memastikan lalu lintas tetap dapat berlangsung selama pekerjaan rehabilitasi, BPJN Sumbar telah membangun jembatan sementara atau jembatan Bailey yang digunakan sebagai akses kendaraan selama proses pekerjaan berlangsung.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4 Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II BPJN Sumbar, Gina Lamria Indriati Tampubolon, S.T., mengatakan pembangunan jembatan sementara tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kelancaran lalu lintas sekaligus keselamatan pengguna jalan.
"Kami telah membangun jembatan sementara/jembatan Bailey untuk akses para pengendara selama proses perbaikan berlangsung," ujar Gina kepada GoAsianews.com, Senin (7/9/2026).
Menurutnya, jembatan sementara tersebut telah dilakukan uji coba pada 2 hingga 3 September 2026 sebelum digunakan untuk mendukung mobilitas kendaraan selama pekerjaan rehabilitasi Jembatan Silaut.
Namun, terdapat sejumlah ketentuan yang wajib dipatuhi pengguna jalan, khususnya kendaraan dengan tonase besar. Pembatasan tonase diberlakukan untuk menjaga keamanan dan kemampuan jembatan sementara selama masa pekerjaan.
"Demi keselamatan dan kelancaran bersama, pembatasan tonase kendaraan diberlakukan pada lintasan sementara, yakni maksimum 25 ton," jelasnya.
Selain pembatasan tonase, kendaraan berat juga tidak diperbolehkan melintas secara beriringan di atas jembatan sementara. Perlintasan kendaraan berat akan dilakukan secara bergantian atau satu per satu.
"Perlintasan kendaraan berat akan dibatasi satu per satu dan dilarang beriringan di atas jembatan," tegas Gina.
Rehabilitasi Diperkirakan 60 Hari
Gina menjelaskan, proses rehabilitasi Jembatan Silaut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 60 hari.
Adapun lingkup pekerjaan meliputi pembongkaran lantai jembatan, pekerjaan pembesian, hingga pengecoran lantai jembatan menggunakan beton ready mix. Setelah pengecoran, beton juga harus menunggu hingga mencapai umur dan kekuatan yang dipersyaratkan sebelum jembatan dapat kembali digunakan secara normal.
"Untuk rehabilitasi diperkirakan akan memakan waktu selama 60 hari, dengan lingkup pekerjaan di antaranya pembongkaran lantai, pembesian, serta pengecoran lantai jembatan menggunakan ready mix, kemudian menunggu hingga beton cukup umur untuk digunakan kembali," paparnya.
Sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan tersebut, BPJN Sumbar mengimbau seluruh pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan saat melintasi kawasan pekerjaan.
Pengendara juga diminta mematuhi seluruh rambu-rambu lalu lintas, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta tidak memaksakan kendaraan melintas apabila melebihi batas tonase yang telah ditentukan.
"Untuk itu, kami meminta para pengguna jalan untuk selalu berhati-hati, mematuhi rambu-rambu yang ada serta menaati arahan petugas di lapangan, terutama terkait tonase, agar jembatan sementara mampu bertahan selama proses pelaksanaan rehabilitasi," imbau Gina.
BPJN Sumbar berharap dukungan dan kepatuhan para pengguna jalan dapat membantu menjaga keselamatan bersama sekaligus memastikan proses rehabilitasi Jembatan Silaut berjalan aman, lancar, dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
(deni)



Posting Komentar