GoAsianews.com
Padang (SUMBAR) - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Teluk Bayur, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar semakin siap mengembangkan usahanya menuju pasar internasional.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi UMKM Berorientasi Ekspor yang digelar secara daring pada Rabu, 9 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memberikan edukasi sekaligus meningkatkan kapasitas pelaku UMKM agar lebih siap, berdaya saing, dan mampu memanfaatkan peluang pasar ekspor.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Kantor Bea Cukai Teluk Bayur, Suryana. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa pengembangan UMKM tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi dan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan.
Menurutnya, pemerintah memiliki peran penting dalam membangun ekosistem yang mampu mendorong UMKM untuk berkembang. Salah satunya melalui edukasi, pembinaan dan pendampingan kepada pelaku usaha.
“Pengembangan UMKM membutuhkan peran dan sinergi berbagai pihak. Pemerintah sendiri memiliki peran untuk saling berkolaborasi dalam membangun dan mendorong kemajuan UMKM,” ujar Suryana dalam kegiatan tersebut.
Ia berharap edukasi yang diberikan dapat menjadi bekal bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas pengelolaan usaha sekaligus mempersiapkan produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan pembekalan dari berbagai perspektif yang berkaitan dengan kesiapan UMKM berorientasi ekspor. Materi yang diberikan tidak hanya menyangkut aspek kepabeanan, tetapi juga legalitas usaha hingga strategi mendapatkan pembeli dari pasar internasional.
Materi Ketentuan Perizinan dan Legalitas UMKM disampaikan oleh Nasdwi Yelly, Kabid Pemberdayaan UKM Padang. Dalam paparannya, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya pemenuhan legalitas sebagai salah satu fondasi utama dalam pengembangan usaha.
Legalitas dinilai menjadi bagian penting yang harus dipersiapkan pelaku UMKM, terutama ketika usaha mulai diarahkan untuk masuk ke pasar yang lebih luas dan membutuhkan kepastian dari sisi administrasi maupun regulasi.
Selanjutnya, materi Ketentuan dan Prosedur Ekspor disampaikan oleh Budy Sentosa, Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Teluk Bayur.
Materi tersebut memberikan pemahaman kepada peserta mengenai ketentuan dan tahapan yang perlu diperhatikan ketika melaksanakan kegiatan ekspor. Dengan pemahaman tersebut, pelaku UMKM diharapkan tidak lagi melihat proses ekspor sebagai sesuatu yang sulit dan rumit, tetapi sebagai sebuah peluang yang dapat dimanfaatkan dengan persiapan yang tepat.
Sementara itu, materi Identifikasi Calon Buyer dan Strategi Penawaran Produk disampaikan oleh Hj. Nurainun, CEO GT Empire Global Sdn. Bhd.
Peserta dibekali wawasan mengenai bagaimana mengidentifikasi calon pembeli potensial di pasar internasional, sekaligus menyusun strategi penawaran produk agar mampu menarik minat buyer.
Aspek tersebut menjadi penting karena keberhasilan UMKM menembus pasar ekspor tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memenuhi ketentuan administratif, tetapi juga bagaimana pelaku usaha mampu memasarkan dan menawarkan produknya kepada pasar yang tepat.
Selain pemaparan materi, sosialisasi juga membuka ruang diskusi dan tanya jawab. Para pelaku UMKM dapat menyampaikan berbagai pertanyaan, menggali informasi lebih jauh, sekaligus mendiskusikan kendala dan peluang yang mereka hadapi dalam mengembangkan usaha menuju pasar ekspor.
Melalui kegiatan ini, Bea Cukai Teluk Bayur berharap UMKM di Sumatera Barat tidak hanya memahami kewajiban terkait legalitas dan prosedur ekspor, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan pemasaran, menemukan buyer potensial, serta membangun daya saing untuk menghadapi pasar global.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha dan berbagai pihak terkait, UMKM diharapkan dapat naik kelas dari pasar domestik menuju pasar internasional dan turut memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional. (deni)



Posting Komentar