![]() |
| Pelaksanaan OP Jalan diruas jalan Banjir Kanal, Kelurahan Jati Baru, Kecamatan Padang Timur, Kamis (30/7/2026). |
GoAsianews.com
Padang (SUMBAR) - Melalui APBD murni, Pemerintah kota Padang menganggarkan dana Operasi dan Pemeliharaan (OP) jalan pada tahun anggaran 2026 ini sebesar Rp. 11,2 Miliar, hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Malvi Hendri saat dikonfirmasi GoAsianews.com.
"Lebih kurang Rp.11,2 Miliar, dan realisasi saat ini sudah mencapai lebih kurang Rp. 4,6 Miliar", ungkap Malvi, pada Selasa (21/7).
Dibalik angka yang super besar ini, saat dikonfirmasi kembali, pada Sabtu (1/8/2026) terkait mekanisme pengendalian mutu dan jenis/kelas hamparan Hotmix pada kegiatan Operasi dan Pemeliharaan (OP) jalan kota yang diwenangi oleh Dinas PUPR Kota Padang ini, Melvi Hendri mendadak slow respon (bungkam).
Konfirmasi ulang ini tentu memiliki dasar yang cukup kuat, mengingat sistem yang dilakukan oleh Tim OP Bina Marga saat melakukan kegiatan pemeliharaan jalan di lapangan. Seperti yang terpantau di ruas Jalan Banjir Kanal, Kelurahan Jati Baru, Kecamatan Padang Timur, pada Kamis (30/7/2026).
Tim media menemukan sejumlah kondisi di lapangan yang dinilai perlu mendapat perhatian, seperti sebelum proses penghamparan hotmix, pembersihan permukaan jalan yang akan dilapisi aspal terlihat hanya menggunakan sapu lidi. Tim media tidak melihat penggunaan kompresor udara (air compressor) yang lazim digunakan untuk membersihkan debu dan material halus agar permukaan perkerasan lebih siap menerima lapisan baru.
Dan saat bak truk pengangkut hotmix dibuka sebelum proses penghamparan dimulai, tim media tidak melihat adanya proses pengukuran suhu campuran aspal oleh petugas di lokasi. Serta terkait penerapan standar APD (Alat Pelindung Diri), beberapa pekerja terlihat hanya menggunakan sandal jepit.
Selain itu, hal lain yang menjadi perhatian utama adalah kondisi suhu hotmix saat penghamparan. Untuk memperoleh gambaran, tim media melakukan pengamatan sederhana dengan cara menempelkan telapak tangan lansung diatas permukaan aspal yang sedang dihampar.
Berdasarkan pengamatan tersebut, permukaan aspal masih dapat disentuh dengan santai. Karena suhu hotmix yang tidak sesuai hingga tidak menimbulkan reaksi apapun/yang lazim, yang diasosiasikan dengan suhu minimal 110 derajat Celsius (yang melampaui titik didih air).
Berikut konfirmasi terkait mekanisme pengendalian mutu yang belum direspon:
1. Siapa pihak yang bertanggung jawab melakukan verifikasi terhadap mutu pekerjaan Operasi dan Pemeliharaan (OP) Jalan di lapangan, dan bagaimana proses verifikasi tersebut dilaksanakan?
2. Bagaimana mekanisme pengawasan harian yang dilakukan oleh PPK untuk memastikan pekerjaan OP Jalan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis ?
3. Apa nama perusahaan pemilik Asphalt Mixing Plant (AMP) yang menjadi pemasok (supplier) campuran hotmix untuk pelaksanaan kegiatan OP Jalan di Dinas PUPR Kota Padang?
4. Apa jenis atau kelas campuran hotmix yang digunakan pada pelaksanaan kegiatan OP Jalan di Dinas PUPR Kota Padang ?
5. Apabila Bapak menerima informasi atau laporan yang berbeda antara pihak internal Dinas (Kabid Bina Marga/PPK) dengan pihak eksternal, seperti masyarakat, media atau LSM, terkait pelaksanaan kegiatan OP Jalan di lapangan, langkah apa yang akan Bapak ambil untuk melakukan klarifikasi dan memastikan kebenaran informasi tersebut?
Diakhir konfirmasi, media juga telah menyematkan sebuah pesan, yakni "Kalau bapak lagi sibuk, bantu kami sebuah saran bagaimana agar bisa mendapatkan informasi resmi dari Dinas PUPR Kota Padang".
(deni)
Berita Terkait



Posting Komentar