GoAsianews.com 
Padang (SUMBAR)
- Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus memacu pelaksanaan rehabilitasi kawasan air mancur Pasar Raya Padang. Penataan kawasan tersebut diarahkan tidak sekadar memperbaiki kondisi fisik, tetapi juga mengembalikan fungsi kawasan sebagai ruang publik yang estetis, nyaman, dan fungsional.

Rehabilitasi ini menjadi bagian dari upaya Pemko Padang mengubah wajah Pasar Raya sekaligus memperkuat daya tariknya sebagai destinasi wisata belanja dan kuliner serta menghadirkan ikon kawasan modern dengan konsep bergaya "Time Square".

Berdasarkan pemantauan dan koordinasi yang dilakukan Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), pelaksanaan pekerjaan di lapangan terus menunjukkan peningkatan.

Kabid Gedung dan Penataan Lingkungan Dinas PUPR Kota Padang, Yola, mengatakan hingga Minggu (13/9/2026), progres pekerjaan telah mencapai 16,7 persen.

"Pada Minggu kemarin (13/9/2026), progres pembangunan berada pada posisi 16,7 persen," terang Yola saat dihubungi GoAsianews.com, Selasa (15/9/2026).

Menurutnya, capaian tersebut berada di atas target yang telah ditetapkan dalam jadwal pelaksanaan pekerjaan.

"Capaian tersebut plus 2 persen dari skedul yang direncanakan," tambahnya.


Dorong Pasar Raya Kembali Menjadi Ruang Publik yang Hidup

Rehabilitasi kawasan air mancur Pasar Raya memiliki sejumlah tujuan strategis. Salah satunya meningkatkan daya tarik kawasan di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin bergeser ke platform belanja daring.

Penataan kawasan diharapkan mampu mengembalikan minat masyarakat untuk datang dan beraktivitas secara langsung di Pasar Raya.

Selain itu, area air mancur direncanakan ditata menjadi ruang publik modern dengan kehadiran tugu jam dan videotron yang menjadi elemen visual utama kawasan.

Konsep tersebut diharapkan dapat menghadirkan identitas baru bagi Pasar Raya sekaligus menjadi salah satu titik yang menarik untuk dikunjungi masyarakat.


Perkuat Aktivitas Ekonomi Pedagang

Penataan kawasan juga tidak terlepas dari kepentingan menghidupkan kembali aktivitas perekonomian di Pasar Raya.

Dengan semakin ramai dan nyamannya kawasan, keberadaan pedagang lokal diharapkan memperoleh dampak positif melalui meningkatnya kunjungan masyarakat.

Artinya, rehabilitasi tidak hanya dipandang sebagai pekerjaan konstruksi, tetapi juga sebagai bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat daya saing kawasan perdagangan tradisional menghadapi perkembangan pusat perbelanjaan modern dan perdagangan berbasis digital.


Tingkatkan Kenyamanan Pejalan Kaki

Selain mempercantik kawasan, rehabilitasi juga diarahkan untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat yang berjalan kaki maupun beraktivitas di sekitar Pasar Raya.

Perbaikan struktur lantai dan trotoar (pedestrian) menjadi bagian dari penataan. Elemen hijau juga akan ditambahkan untuk menciptakan suasana kawasan yang lebih nyaman dan menarik.

Dengan demikian, kawasan air mancur tidak hanya menjadi titik transit, tetapi juga diharapkan berkembang menjadi ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berinteraksi dan beraktivitas.


Monitoring Intensif

Terkait pelaksanaan pekerjaan, Dinas PUPR Kota Padang memastikan proses pembangunan terus dipantau agar berjalan sesuai rencana.

Yola mengatakan pihaknya secara intensif melakukan koordinasi dan monitoring terhadap pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

"Untuk memastikan keberlangsungan kegiatan pembangunan berjalan dengan baik dan lancar, kami terus melakukan koordinasi dan monitoring secara intens di lapangan," ujarnya.

Dengan progres yang saat ini telah mencapai 16,7 persen atau sekitar 2 persen lebih cepat dari jadwal, Pemko Padang berharap proses rehabilitasi kawasan air mancur Pasar Raya dapat terus berjalan sesuai tahapan hingga selesai.

Penataan tersebut pada akhirnya diharapkan tidak hanya menghasilkan perubahan wajah kawasan, tetapi juga mampu menghidupkan kembali Pasar Raya sebagai pusat perdagangan, kuliner, interaksi masyarakat, sekaligus salah satu ikon ruang publik modern di Kota Padang. 

 

Sebagaimana diketahui, pelaksanaan kegiatan tersebut tertuang dalam Kontrak Nomor 09/Kont-GPL/PUPR/2026, dengan nilai kontrak fisik sebesar Rp9.129.215.000, yang ditandatangani pada 2 Juli 2026, dengan waktu pelaksanaan selama 180 hari kalender.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut dikerjakan oleh PT Bripona Jaya Abadi selaku kontraktor pelaksana, sedangkan CV Restu Graha Cipta bertindak sebagai konsultan supervisi atau pengawas pekerjaan.

(deni) 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Kunjungi Kami Juga Di


SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS