GoAsianews.com
Padang (SUMBAR) - Ditjen Bina Marga Kementerian PU, melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional Sumatera Barat (BPJN Sumbar) terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga fungsional dan kualitas infrastruktur jalan nasional diwilayah Provinsi Sumatera Barat.
Ruas jalan nasional Padang–Painan–Kambang, merupakan salah satu jalur vital di pesisir barat Sumatera Barat, yang berperan penting dalam menghubungkan pusat kegiatan ekonomi, pariwisata, serta distribusi logistik antarwilayah. Dan saat ini, pelaksanaan preservasi pada ruas tersebut tengah dilakukan.
Sebagai diketahui, kegiatan preservasi ini didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) murni TA 2026, yang tertuang dalam kontrak kerja nomor EP-01KHQVA9ZFBFHS38TD6GB29RN3, dengan total nilai anggaran fisik mencapai Rp.47.115.918.000.-
Proyek ini dilaksanakan oleh PT. Citra Muda Noer Bersaudara sebagai kontraktor pelaksana. Adapun fungsi pengawasan dilakukan oleh konsorsium yang terdiri dari PT. Dwikarsa Envacotama KSO PT. Cipta Strada KSO PT. Laras Sembada, yang bertanggung jawab memastikan mutu pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Secara kontraktual, kegiatan ini memiliki durasi pelaksanaan selama 310 hari kalender, terhitung sejak penandatanganan kontrak 24 Februari 2026 silam.
Dalam kurun waktu tersebut, sejumlah pekerjaan preservasi akan dilakukan secara bertahap dan terencana, meliputi penanganan perkerasan jalan, perbaikan struktur lapisan aspal, penanganan drainase, pemeliharaan bahu jalan, hingga peningkatan fasilitas keselamatan jalan seperti marka jalan dan lainnya.
Preservasi jalan merupakan pendekatan strategis dalam pengelolaan infrastruktur jalan yang tidak hanya berfokus pada perbaikan kerusakan, tetapi juga mencakup upaya pencegahan agar kerusakan tidak berkembang lebih parah.
Kegiatan ini meliputi pemeliharaan rutin, pemeliharaan berkala, serta rehabilitasi ringan guna menjaga kondisi jalan tetap mantap sesuai standar pelayanan minimal. Dengan demikian, umur layan jalan dapat diperpanjang tanpa harus melakukan rekonstruksi total yang membutuhkan biaya jauh lebih besar.
Ruas Padang–Painan–Kambang sendiri memiliki peran yang sangat krusial dalam mendukung mobilitas masyarakat, khususnya di kawasan pesisir barat Sumatera Barat.
Jalur ini menghubungkan Padang sebagai ibu kota provinsi dengan kawasan Painan yang merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Pesisir Selatan, serta Kambang yang menjadi salah satu simpul aktivitas ekonomi lokal. Selain itu, ruas ini juga menjadi akses utama menuju berbagai destinasi wisata unggulan di sepanjang pesisir, yang semakin berkembang dalam beberapa tahun terakhir.
Dengan dilaksanakannya kegiatan preservasi ini, diharapkan tingkat kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan dapat meningkat secara signifikan. Jalan yang terpelihara dengan baik akan mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh kerusakan jalan, seperti lubang, retak, maupun genangan air akibat sistem drainase yang tidak optimal.
Di sisi lain, manfaat ekonomi dari kegiatan ini juga sangat besar. Kondisi jalan yang mantap akan memperlancar distribusi barang dan jasa, menurunkan biaya logistik, serta meningkatkan efisiensi waktu tempuh.
Hal ini pada akhirnya akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya bagi sektor perdagangan, pertanian, perikanan, dan pariwisata yang sangat bergantung pada kelancaran akses transportasi.
Melalui pelaksanaan proyek ini, Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat kembali menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam penyediaan infrastruktur jalan nasional yang andal, aman, dan berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah, kontraktor pelaksana, serta konsultan pengawas diharapkan mampu memastikan proyek ini berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat luas.
(deni)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar