Motor Listrik Program BGN, Menteri Keuangan Purbaya : Tahun Lalu Sempat Kita Tolak - Go Asianews

Breaking


Rabu, 08 April 2026

Motor Listrik Program BGN, Menteri Keuangan Purbaya : Tahun Lalu Sempat Kita Tolak

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat memberikan keterangan pers terkait terkait pengadaan puluhan ribu unit motor listrik berlogo Badan Gizi Nasional (BGN). Selasa (7/4).


GoAsianews.com
Jakarta -
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons kabar viral terkait pengadaan puluhan ribu unit motor listrik berlogo Badan Gizi Nasional (BGN). Ia menegaskan akan melakukan pengecekan lebih lanjut terhadap informasi yang beredar luas di media sosial tersebut.

Purbaya mengungkapkan bahwa usulan pengadaan kendaraan operasional serta perangkat komputer untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) sempat ditolak pada tahun lalu. Menurutnya, prioritas utama anggaran program tersebut seharusnya difokuskan pada penyediaan makanan berkualitas bagi masyarakat.

“Tahun lalu sempat kita tidak mau, kita tolak,” ujar Purbaya di Kementerian Keuangan, Selasa (7/4/2026).

Ia juga menilai bahwa mitra bisnis dalam program MBG yang telah memperoleh keuntungan seharusnya mampu mengadakan kendaraan operasional secara mandiri melalui skema cicilan, tanpa sepenuhnya bergantung pada anggaran negara.


Klarifikasi Kepala BGN Dadan Hindayana 

Sementara itu, Kepala BGN Dadan Hindayana memberikan klarifikasi bahwa pengadaan motor listrik tersebut merupakan bagian dari perencanaan anggaran tahun 2025. Ia menjelaskan kendaraan operasional itu ditujukan untuk mendukung kinerja Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lapangan.

Dadan membantah keras kabar yang menyebutkan jumlah pengadaan mencapai 70.000 unit. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar atau hoaks. Berdasarkan data resmi, total realisasi pesanan motor listrik pada tahun 2025 tercatat sebanyak 21.801 unit dari target awal 25.000 unit.

Ia juga menyampaikan bahwa seluruh unit kendaraan yang tersedia saat ini belum didistribusikan ke daerah. Proses administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN) masih berlangsung sebelum kendaraan tersebut dapat digunakan secara operasional.


Sinkronisasi Antara Perencanaan Ditingkat Lembaga 

Purbaya menekankan pentingnya efisiensi dalam setiap pengadaan barang untuk program strategis nasional. Menurutnya, sinkronisasi antara perencanaan di tingkat lembaga dan otoritas fiskal menjadi faktor krusial dalam menjaga integritas penggunaan anggaran negara.

Pemerintah, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mengawal transparansi pengadaan aset guna mencegah potensi penyalahgunaan dana. Pengawasan ketat juga akan dilakukan terhadap setiap unit kendaraan listrik agar penggunaannya tepat sasaran.

Selain itu, audit internal berpotensi dilakukan guna memastikan kesesuaian antara jumlah unit di lapangan dengan laporan keuangan yang diajukan. Pihak BGN pun memastikan akan menyampaikan laporan perkembangan administrasi BMN secara berkala kepada publik.

Di tengah polemik ini, pemerintah berharap keberlanjutan program MBG tidak terganggu. Fokus utama tetap diarahkan pada peningkatan kualitas gizi masyarakat melalui distribusi makanan yang efektif dan merata di seluruh wilayah Indonesia.
(rd/dn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Selamat datang di www.goasianews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred:
-->