GoAsianews.com
JAKARTA
— Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2026), massa aksi yang terdiri dari mahasiswa berbagai kampus menggelar demonstrasi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta.

Dalam aksi tersebut, massa menyanyikan lagu Indonesia Pusaka sembari mengangkat tiga jari. Aksi itu menjadi bagian dari penyampaian aspirasi mahasiswa yang menyoroti sejumlah persoalan bangsa, mulai dari lingkungan hidup hingga penegakan hukum dan perlindungan hak asasi manusia (HAM).

Mahasiswa menyuarakan lima tuntutan utama yang dinilai penting untuk menjadi perhatian pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.

Pertama, mendesak penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara serius dan berkelanjutan, termasuk langkah pencegahan serta penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Kedua, menuntut agar anggaran negara digunakan untuk kepentingan rakyat, dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan keberpihakan terhadap kebutuhan masyarakat luas.

Ketiga, mendorong pemerataan akses pendidikan dan pemenuhan layanan dasar bagi seluruh masyarakat. Mahasiswa menilai kesempatan memperoleh pendidikan yang layak serta layanan publik yang memadai merupakan bagian penting dari tanggung jawab negara.

Keempat, mendesak pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) secara konsisten. Penegakan hukum diharapkan tidak tebang pilih serta mampu menjamin tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas.

Kelima, menuntut perlindungan hak asasi manusia dan kebebasan berekspresi sebagai bagian dari prinsip demokrasi. Ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menyampaikan kritik dan aspirasi dinilai perlu dijaga.

Momentum Hari Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa semangat persatuan yang diwariskan generasi muda pada 28 Oktober 1928 tidak hanya sebatas seremonial, tetapi juga mengandung tanggung jawab untuk ikut mengawal masa depan bangsa.

Penyampaian lima tuntutan tersebut mencerminkan perhatian mahasiswa terhadap berbagai persoalan publik yang membutuhkan penyelesaian nyata. Aspirasi itu sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan nasional semestinya berjalan seiring dengan keadilan sosial, penegakan hukum, penghormatan terhadap HAM, serta pemenuhan hak-hak dasar masyarakat.

Di tengah peringatan Hari Sumpah Pemuda, suara mahasiswa di Bundaran HI menjadi bagian dari dinamika demokrasi yang menempatkan partisipasi generasi muda sebagai salah satu unsur penting dalam mengawal arah kebijakan negara. (rd)

 


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Kunjungi Kami Juga Di


SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS