GoAsianews.com
MALANG
– Hujan deras yang mengguyur Kota Malang, Jawa Timur, tidak menyurutkan semangat mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi untuk menyampaikan aspirasi melalui aksi unjuk rasa di momentum Hari Sumpah Pemuda ini, Rabu (28/10/2026).

Dalam aksi tersebut, massa mahasiswa menyuarakan kritik terhadap evaluasi program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Mereka menilai berbagai kebijakan pemerintah perlu terus dikritisi dan dievaluasi agar benar-benar menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.

Mahasiswa juga membawa enam tuntutan yang mencakup sejumlah isu strategis nasional, mulai dari penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga penyediaan lapangan kerja yang berkualitas.

Salah satu tuntutan yang disuarakan adalah penetapan karhutla sebagai bencana nasional. Tuntutan ini menyoroti pentingnya penanganan bencana secara serius, terkoordinasi, dan menyeluruh, terutama dalam melindungi masyarakat serta mencegah dampak lingkungan yang lebih luas.

Selain itu, mahasiswa mendesak evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG. Evaluasi dinilai penting untuk memastikan program tersebut berjalan secara efektif, tepat sasaran, serta sesuai dengan tujuan peningkatan kualitas gizi masyarakat.

Persoalan ketenagakerjaan juga menjadi perhatian massa aksi. Mereka menuntut pemerintah menghadirkan lapangan kerja yang berkualitas, dengan memperhatikan kepastian kerja, kesejahteraan pekerja, dan kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk memperoleh pekerjaan yang layak.

Aksi yang tetap berlangsung di tengah guyuran hujan tersebut menjadi gambaran bahwa ruang penyampaian aspirasi publik masih menjadi bagian penting dalam kehidupan demokrasi.

Kritik mahasiswa terhadap kebijakan pemerintah diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi para pemangku kebijakan. Sebab, keberhasilan sebuah program pemerintahan tidak cukup hanya diukur dari target dan laporan pencapaian, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.

Melalui aksi tersebut, mahasiswa menegaskan pentingnya pemerintah membuka ruang kritik, melakukan evaluasi secara transparan, serta memastikan setiap kebijakan berpihak pada kepentingan rakyat.(red)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Kunjungi Kami Juga Di


SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS