Upaya Medis RSUP Dr.M.Djamil Gagal, Keluarga "A" Anggap Ada Indikasi Kelalaian, Gelombang Kekecewaan Publik Mencuat - Go Asianews

Breaking


Sabtu, 18 April 2026

Upaya Medis RSUP Dr.M.Djamil Gagal, Keluarga "A" Anggap Ada Indikasi Kelalaian, Gelombang Kekecewaan Publik Mencuat



GoAsianews.com
Padang (SUMBAR)
- Seorang ibu bernama Nuri Khairma mengungkapkan duka yang mendalam atas meninggalnya sang buah hati "A", bocah usia 14 bulan pada 3 April 2026 silam, luka kehilangan tersebut sangat kental dirasakan. Hal itu terbias dari unggahan-unggahan di akun Instagram miliknya @nuri_khairma.

Dalam serangkaian unggahan story, Nuri menyampaikan bahwa anaknya "A", awalnya mengalami luka bakar akibat air panas. la menyebut luka tersebut tergolong ringan hingga sedang, dan diyakini masih bisa sembuh tanpa meninggalkan bekas serius jika ditangani dengan cepat dan tepat.

Namun, menurut pengakuannya, penanganan medis yang diterima tidak sesuai harapan. Dan saat ini, kedua orang tua almarhum "A" yakni Doris Flantika dan Nuri Khairma tengah mengambil langkah hukum terkait kejadian tersebut.


Audit Investigatif Tengah Dilakukan 

Pihak RSUP DR.M. Djamil Padang, melalui pres relis yang diterima GoAsianews Jum'at (17/4/2026) menjelaskan bahwa, pasien “A”, diterima di instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUP Dr. M.Djamil pada 26 Maret 2026 sebagai pasien rujukan, dengan diagnosis luka bakar akibat air panas (superficial to mid dermal) yang mencapai luas 23 persen.

Lebih lanjut diterangkan, "secara klinis, luas luka bakar tersebut pada pasien usia balita merupakan kondisi kritis yang memiliki kompleksitas tinggi dan risiko komplikasi sistemik yang serius.

Selama masa perawatan, tim dokter multidisiplin yang terdiri dari berbagai spesialis kompeten telah dikerahkan secara optimal untuk melakukan penanganan intensif. Namun, meski seluruh upaya medis telah dilakukan secara maksimal, kondisi pasien terus mengalami dinamika klinis hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada 3 April 2026 di unit perawatan intensif. 

Kami menyadari bahwa dalam praktik kedokteran, terdapat batasan-batasan di mana faktor kondisi klinis pasien tidak selamanya dapat dikendalikan sepenuhnya oleh kemampuan manusia, dan pada akhirnya hasil akhir adalah ketetapan dari Tuhan Yang Maha Kuasa. 

Menyikapi perhatian publik yang luas serta keluhan dari pihak keluarga, manajemen RSUP Dr. M. Djamil telah mengambil langkah proaktif dengan membentuk Tim Audit Investigasi Internal. 

Tim ini bekerja secara mandiri dan terdiri dari Komite Medik, Komite Keperawatan, Komite Etik, Komite Mutu hingga tim medikolegal untuk memastikan bahwa seluruh proses penelusuran dilakukan secara komprehensif, objektif, dan berbasis pada bukti-bukti autentik dalam rekam medis. 

Audit ini bertujuan untuk memverifikasi apakah seluruh tindakan yang diambil telah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan kode etik profesi".

Terkait kasus ini, RSUP DR.M. Djamil Padang menegaskan komitmennya untuk tidak menutupi fakta apa pun, dan siap mengambil tindakan tegas sesuai dengan regulasi yang berlaku apabila di kemudian hari ditemukan adanya ketidaksinkronan prosedur, atau indikasi kelalaian dalam pelayanan tersebut. 

Terkait langkah hukum berupa somasi yang telah diajukan oleh penasihat hukum keluarga pasien, RSUP Dr. M. Djamil menyatakan sikap hormat terhadap proses hukum yang berjalan, dan telah memberikan tanggapan resmi secara tertulis dengan tetap berpedoman pada ketentuan perundang-undangan. 

Pihak RS juga memohon kepada seluruh pihak, termasuk media massa dan masyarakat, untuk dapat memberikan ruang bagi tim investigasi dan proses yang sedang berjalan agar dapat tuntas secara berimbang, tidak tergesa-gesa dalam mengambil kesimpulan, serta didasarkan pada fakta-fakta yang akurat. RSUP Dr. M. Djamil akan terus berupaya menjaga integritas dan profesionalisme sebagai rumah sakit rujukan utama demi meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat di masa depan.

Humas RSUP Dr. M.Djamil Padang, Rizki Rasyidi juga menambahkan, "berkemungkinan hasil investigasi tim audit dalam minggu besok sudah dapat keluar, dan kami akan sampaikan hasinya secara terbuka kepada publik", ulasnya.


Gelombang Kekecewaan Publik Mencuat terkait Pelayanan RSUP Dr. M. Djamil Padang  

Gelombang kekecewaan publik terhadap pelayanan di RSUP Dr. M. Djamil mencuat di media sosial. Curhatan orang tua "A" pada akun Instagramnya @nuri_khairma di banjir komentar warganet.

Dalam unggahan tersebut, sejumlah netizen mengungkapkan pengalaman pribadi mereka terkait pelayanan di rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat itu. Komentar yang masuk beragam, mulai dari ungkapan empati terhadap pasien hingga curahan kekecewaan yang selama ini terpendam.

"Anak aku juga meninggal disini ka, awalnya ga mau bilang karna kelalaian mereka, tapi faktanya begitu kak jam 9 pgi di panggil kalau anakku udah boleh pulang dan tinggal nunggu dr nya dulu tapi jam 11 siang di panggil tiba2 anak ku kritis krna di inpus pas tepat di ubun2 nya tanpa sepengetahuan aku dan suami setelah baca ini luka 10th yg lalu itu basah lagi kak", unggahan salahsatu netizen dalam kolom komentar.

Semua ini tentu tanpa alasan, dan sudah selayaknya jadi perhatian khusus di internal RS. Dan kasus ini menjadi garis kejut, bahwa kualitas pelayanan kesehatan tidak hanya dinilai dari sisi fasilitas medis, tetapi juga dari pengalaman dan kepuasan pasien secara menyeluruh.
(deni)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Selamat datang di www.goasianews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred:
-->