GoAsianews.com
Kab.Tanahdatar (SUMBAR)
– Pembangunan bangunan pengendali lahar dan sedimen di kawasan Gunung Marapi, Sumatera Barat, terus berjalan. Hingga saat ini, progres fisik pekerjaan yang dilaksanakan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang tersebut telah mencapai 30,982 persen.

Untuk memastikan pelaksanaan pekerjaan berjalan sesuai rencana, tim monitoring dari Balai Teknik Sabo, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum, meninjau langsung progres pembangunan di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar.

Tim monitoring dipimpin Kepala Balai Teknik Sabo, Andi Arwik. Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya pemantauan terhadap pelaksanaan pembangunan infrastruktur pengendali lahar dan sedimen di kawasan yang berhulu dari Gunung Marapi.

Dalam pekerjaan tersebut, direncanakan pembangunan sembilan unit sabo dam yang tersebar di sejumlah titik aliran sungai di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar. Dari total rencana tersebut, pembangunan empat unit sabo dam telah mulai dilaksanakan.

Berdasarkan hasil pemantauan, tiga unit sabo dam di Kabupaten Tanah Datar terlihat telah mendekati tahap penyelesaian. Sementara itu, pembangunan satu unit sabo dam di Kabupaten Agam juga telah dimulai.

Pembangunan infrastruktur ini merupakan langkah strategis dalam mengendalikan material vulkanik berupa lahar dan sedimen yang terbawa arus sungai dari kawasan Gunung Marapi.

Sabo dam dirancang untuk menahan dan mengendalikan aliran material sedimen, sehingga dapat mengurangi potensi risiko banjir lahar yang mengancam masyarakat di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari gunung tersebut.

Keberadaan bangunan pengendali ini diharapkan mampu meningkatkan perlindungan terhadap masyarakat sekaligus mengurangi risiko kerusakan infrastruktur dan lingkungan akibat aliran lahar maupun material sedimen, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi di kawasan hulu.

Selain memiliki fungsi utama sebagai bangunan pengendali lahar dan sedimen, sabo dam juga direncanakan dapat mendukung kebutuhan masyarakat. Pada lokasi tertentu, infrastruktur tersebut diharapkan bisa dimanfaatkan sebagai akses penyeberangan sungai bagi warga serta mendukung kebutuhan air untuk irigasi.

Dengan demikian, pembangunan sabo dam tidak hanya berorientasi pada mitigasi bencana, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat bagi aktivitas sosial dan perekonomian masyarakat di sekitar kawasan sungai.

Kelancaran pelaksanaan pembangunan ini tidak terlepas dari dukungan dan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat.

Kolaborasi berbagai pihak menjadi faktor penting dalam mendukung penyelesaian pekerjaan, mengingat pembangunan infrastruktur pengendali lahar membutuhkan koordinasi yang baik serta penyesuaian terhadap kondisi sungai dan lingkungan di lapangan.

Melalui pembangunan sembilan unit sabo dam tersebut, pemerintah diharapkan dapat memperkuat upaya mitigasi bencana di kawasan Gunung Marapi, sekaligus memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar yang bermukim di sepanjang aliran sungai.

Pembangunan ini menjadi bagian penting dari upaya memperkuat ketahanan wilayah terhadap ancaman bencana hidrometeorologi dan aliran lahar, sehingga keselamatan masyarakat serta keberlangsungan aktivitas ekonomi dapat lebih terjaga. (deni)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Kunjungi Kami Juga Di


SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS