GoAsianews.com
Padang (SUMBAR) — Pembangunan Tanggul Sungai Batang Paku di Kelurahan Sungai Sapih, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, terus dipacu oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Meski pengerjaan belum rampung, keberadaan tanggul tersebut mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama dalam meredam luapan air ke kawasan permukiman.
Pembangunan tanggul yang berada di bawah kewenangan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Provinsi Sumatera Barat itu memiliki panjang total 400 meter. Hingga Selasa (20/10/2026), progres pekerjaan telah mencapai sekitar 75 persen atau sepanjang 300 meter.
“Saat ini pembangunan tanggul telah diselesaikan sekitar 300 meter atau sekitar 75 % dari volume secara keseluruhan,” ujar Eri, konsultan supervisi kegiatan tersebut, saat ditemui oleh GoAsianews.com dilokasi proyek, Selasa (20/10/2026).
Eri yang didampingi Ben selaku pengawas lapangan dari pihak kontraktor pelaksana menjelaskan bahwa "struktur tanggul yang dibangun ini memiliki lebar 8 meter dan tinggi 3,5 meter," ulasnya.
Sebelum dilakukan rekonstruksi, kondisi aliran Sungai Batang Paku di lokasi tersebut mengalami pendangkalan, dengan lebar aliran efektif yang disebut hanya sekitar 5 meter. Kondisi itu membuat kawasan sekitar rawan mengalami banjir, terutama ketika debit air meningkat akibat hujan deras.
Melalui pembangunan dan rekonstruksi tanggul, kapasitas penanganan aliran air di kawasan tersebut diharapkan semakin baik, sehingga risiko luapan sungai yang mengancam permukiman warga dapat dikurangi.
Manfaat keberadaan tanggul ini telah teruji saat banjir melanda Kota Padang dan sekitarnya pada Sabtu (10/10/2026) lalu. Meski pekerjaan masih berlangsung, tanggul yang telah dibangun disebut mampu membantu meredam luapan air agar tidak meluas ke permukiman penduduk di sekitarnya. Hal ini diungkapkan oleh beberapa masyarakat sekitar saat ditemui, Selasa (20/10).
Dan sebelum dilakukan rekonstruksi, luapan aliran sungai Batang Paku saat intensitas curah hujan tinggi juga kerap mengacam ketenangan dan kenyamanan proses belajar mengajar di SMPN 27 Padang, yang berada bersebelahan dengan aliran sungai tersebut.
Kondisi ini menjadi salah satu gambaran pentingnya pembangunan infrastruktur pengendalian banjir, khususnya di kawasan yang selama ini memiliki kerawanan terhadap luapan sungai.
Adapun pembangunan Tanggul Sungai Batang Paku dibiayai melalui APBD Provinsi Sumatera Barat dengan nilai kontrak fisik sebesar Rp2.596.389.768. Dimana CV Inara Bakti Kencana bertindak selaku kontraktor pelaksana, dengan pengawasan dari CV Albiru Consultant.
Dengan progres yang telah mencapai 75 persen, penyelesaian sisa pekerjaan sepanjang kurang lebih 100 meter menjadi bagian penting agar fungsi tanggul dapat berjalan secara optimal dalam membantu melindungi kawasan permukiman dari ancaman luapan Sungai Batang Paku. (deni)



Posting Komentar