GoAsianews.com
JAKARTA — Aliansi mahasiswa bersama elemen masyarakat sipil menggelar aksi demonstrasi untuk mengevaluasi dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Selasa (20/10/2026).
Aksi yang dikoordinasikan melalui Komite Selamatkan Daulat Rakyat (SADAR) tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa dan masyarakat sipil untuk menyampaikan kritik serta menagih pertanggungjawaban pemerintah atas berbagai kebijakan selama dua tahun terakhir.
Demonstrasi berlangsung di kawasan Tugu Proklamasi dan Tugu Tani, Jakarta Pusat. Massa menyuarakan sejumlah persoalan yang dinilai perlu mendapat perhatian serius pemerintah, mulai dari krisis lingkungan, kondisi ekonomi, kebebasan berpendapat, pemberantasan korupsi, hingga akses terhadap layanan dasar masyarakat.
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan lima tuntutan utama kepada pemerintah.
Pertama, mendesak penanganan serius terhadap bencana ekologis, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta banjir, disertai pemulihan kondisi masyarakat terdampak dan penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti merusak lingkungan.
Kedua, menuntut pembenahan kebijakan ekonomi agar lebih berpihak kepada masyarakat, menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok, serta mengurangi ketimpangan sosial.
Ketiga, mendesak pemerintah menjamin kebebasan berpendapat dan menghentikan tindakan intimidasi maupun kriminalisasi terhadap masyarakat yang menyampaikan kritik.
Keempat, menuntut pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) secara menyeluruh serta penegakan hukum yang transparan dan berkeadilan.
Kelima, meminta pemerintah memperluas akses dan meningkatkan keterjangkauan layanan dasar, terutama pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik bagi seluruh masyarakat.
Melalui aksi tersebut, mahasiswa dan masyarakat sipil menegaskan pentingnya evaluasi terhadap arah kebijakan pemerintahan, sekaligus mendorong agar aspirasi masyarakat menjadi bagian dari pertimbangan dalam pengambilan keputusan negara.
Dua tahun masa pemerintahan Prabowo-Gibran, menurut agenda aksi tersebut, menjadi momentum untuk menilai pelaksanaan kebijakan dan mendorong pemerintah memberikan respons konkret terhadap berbagai persoalan yang disuarakan masyarakat.
Aksi demonstrasi itu juga menjadi bagian dari ruang demokrasi bagi warga negara untuk menyampaikan pendapat, mengawasi jalannya pemerintahan, serta mendorong akuntabilitas penyelenggara negara.
Dari informasi yang dihimpun, elemen mahasiswa yang tergabung dalam aliansi tersebut diantaranya yakni BEM UI, KM ITB, UNPAD, BEM UNDIP, BEM UNNES, Sema UGM, BEM UPNVY, UNAIR, hingga Universitas Brawijaya.
Selain di Jakarta, aksi masyarakat ini juga berlangsung di Yogyakarta, Bandung Jayapura dan lainnya.
(Tim/rd/dn)



Posting Komentar