GoAsianews.com
Padang (SUMBAR) — Banjir besar yang melanda Kota Padang dan sekitarnya pada 10 Oktober 2026 lalu berdampak terhadap pelayanan pendistribusian air bersih milik Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum (AM) Kota Padang.
Bencana tersebut menyebabkan kerusakan serius pada sejumlah infrastruktur sumber air, seperti intake Palukahan dan intake Guo yang berada di Kecamatan Kuranji. Selain kerusakan fisik, sejumlah intake lainnya juga mengalami gangguan akibat tumpukan sedimen yang terbawa arus banjir.
Kondisi tersebut berdampak terhadap proses pengolahan dan pendistribusian air bersih kepada pelanggan di sejumlah wilayah Kota Padang.
Meski menghadapi kendala akibat kerusakan infrastruktur dan penumpukan sedimen, terpantau dibeberapa wilayah oleh GoAsianews.com (11-12/10), pihak Perumda Air Minum Kota Padang memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya pelanggan yang terdampak gangguan distribusi air.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyalurkan air bersih menggunakan armada mobil tangki ke wilayah-wilayah yang mengalami gangguan pasokan.
Petugas dilapangan menyampaikan, "Upaya ini dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat akan air bersih selama proses pemulihan infrastruktur dan normalisasi operasional intake berlangsung.
Perumda Air Minum Kota Padang terus berupaya memaksimalkan pelayanan di tengah kondisi pascabencana. Penyaluran air melalui mobil tangki diharapkan dapat membantu meringankan kesulitan pelanggan, terutama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," ucapnya.
Pemulihan fasilitas intake dan sistem distribusi menjadi bagian penting dalam mengembalikan pelayanan air bersih secara bertahap agar kembali normal.
Bencana banjir ini sekaligus menjadi tantangan bagi Perumda Air Minum Kota Padang dalam menjaga keberlangsungan pelayanan publik, terutama ketika infrastruktur penyediaan air bersih terdampak bencana alam.
Ketersediaan air bersih tetap menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat. Karena itu, penyaluran air melalui mobil tangki menjadi salah satu langkah penanganan sementara sembari upaya pemulihan infrastruktur terus dilakukan. (deni)



Posting Komentar