GoAsianews.com
Padang (SUMBAR) – Balai Wilayah Sungai Sumatera V (BWSS V) Padang melakukan pengerukan sedimen di aliran Sungai Maransi sebagai upaya menjaga fungsi sungai sekaligus mengantisipasi terjadinya penyumbatan aliran yang berpotensi meningkatkan risiko genangan dan banjir.
Pengerukan dilakukan menyusul tingginya volume sedimen yang mengendap di sejumlah bagian aliran sungai. Kondisi tersebut menyebabkan kapasitas tampung dan kelancaran aliran sungai perlu terus dijaga, terutama dalam menghadapi potensi peningkatan debit air saat hujan dengan intensitas tinggi.
Tingginya volume sedimen yang mengendap di Sungai Maransi juga dipicu material sedimen yang terbawa arus banjir bandang dari wilayah hulu yang terjadi pada November 2025 lalu. Material tersebut kemudian terbawa hingga ke bagian sungai yang berada di kawasan hilir dan mengendap di badan sungai.
Melalui kegiatan pengerukan, sedimen yang menumpuk di dasar sungai diangkat untuk mengembalikan kapasitas dan fungsi aliran sungai. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemeliharaan sungai agar aliran air tetap lancar.
BWSS V Padang terus melakukan penanganan dan pemeliharaan terhadap infrastruktur sumber daya air, termasuk sungai, guna mengurangi potensi dampak banjir serta menjaga keberlangsungan fungsi sungai bagi masyarakat.
Selain penanganan sedimentasi, upaya menjaga kondisi sungai juga membutuhkan perhatian terhadap kawasan hulu. Pengendalian erosi dan sedimentasi dari daerah tangkapan air menjadi penting agar material yang terbawa ke badan sungai dapat ditekan.
Dengan pengerukan sedimentasi secara berkala dan pengelolaan kawasan hulu yang baik, diharapkan fungsi Sungai Maransi tetap terjaga sehingga mampu mengalirkan debit air secara optimal, khususnya ketika terjadi peningkatan curah hujan. (dn)



Posting Komentar