GoAsianews.com
Padang (SUMBAR) - Kementerian PU, melalui Ditjen SDA terus melakukan kegiatan-kegiatan proyek pembangunan yang berbasis ketahanan pangan. Di Provinsi Sumatera Barat, Ditjen SDA Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera V Padang (BWSS V Padang) saat ini tengah melakukan pembangunan jaringan saluran sekunder pada daerah irigasi, yang berlokasi di Kabupaten Padang Pariaman.
Hal tersebut terpantau oleh GoAsianews, Kamis (14/08/2025), di kawasan Batang Anai. Dan ini satu dari beberapa proyek berbasis ketahanan pangan yang dilakukan oleh Ditjen SDA Kementerian PU diwilayah Provinsi Sumatera Barat pada TA 2025 ini.
Kepala Balai BWSS V Padang, Naryo Widodo, melalui PPK pada kegiatan proyek pembangunan jaringan saluran sekunder pada Daerah Irigasi Batang Anai (DI.Batang Anai), Eka Hendra Irawan menjelaskan bahwa, pembangunan jaringan saluran sekunder pada Daerah Irigasi Batang Anai berfungsi untuk mendistribusikan air dari saluran primer ke petak-petak tersier yang lebih kecil," ungkapnya pada GoAsianews, Jumat (15/08/2025).
Lebih rinci Eka Hendra Irawan mengungkapkan, "sehingga air dapat menjangkau lahan-lahan pertanian secara merata dan efisien".
"Dengan kata lain, jaringan sekunder menjadi perpanjangan dari saluran primer untuk memastikan ketersediaan air yang cukup bagi seluruh area persawahan dalam skop daerah aliran irigasi Batang Anai ini," ulasnya.
Sebagaimana diketahui, dalam menyukseskan kegiatan proyek berbasis ketahanan pangan ini, pihak BWSS V Padang menggandeng CV.Andespal Jaya Bersama selaku kontraktor pelaksana, dengan anggaran fisik terkontrak Rp.5,7 miliar, dan masa pelaksanaan selama 240 hari kalender.
Berikut beberapa fungsi jaringan saluran sekunder pada DI.Batang Anai
- Distribusi Air,
Saluran sekunder menerima air dari saluran primer dan membaginya ke berbagai saluran tersier yang lebih kecil, yang mengarah langsung ke petak-petak persawahan.
- Meratakan Aliran Air,
Memastikan distribusi air yang merata ke seluruh area sawah, serta mencegah kekurangan atau kelebihan air di beberapa bahagian persawahan.
- Mengatur Debit Air,
Membantu mengatur jumlah air yang dialirkan ke setiap petak sawah sesuai kebutuhan, dan mencegah pemborosan air.
- Mendukung Produktivitas Pertanian,
Dengan ketersediaan air yang cukup dan teratur, jaringan sekunder berkontribusi pada peningkatan hasil panen dan produktivitas pertanian secara keseluruhan.
- Mencegah Kekeringan,
Pada musim kemarau, jaringan sekunder berperan penting dalam menjaga ketersediaan air untuk irigasi, dan mencegah kekeringan pada lahan pertanian.
- Penyangga Kelebihan Air,
Selain menyalurkan air, jaringan sekunder juga dapat berfungsi sebagai saluran pembuang kelebihan air, dan mencegah terjadinya banjir pada area persawahan.
- Mendukung Pengembangan Wilayah,
Jaringan irigasi, termasuk jaringan sekunder, dapat menjadi faktor penting dalam mendukung pengembangan wilayah, khususnya di sektor pertanian.
(deni)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar