GoAsianews.com
Padang (SUMBAR)
– Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Provinsi Sumatera Barat terus memacu pelaksanaan rehabilitasi ruas jalan lingkar Nipah–Teluk Bayur, Kota Padang. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mencegah perluasan kerusakan sekaligus memperkuat struktur jalan yang sebelumnya mengalami longsor akibat tingginya intensitas curah hujan pada November tahun lalu.

Kerusakan pada sejumlah titik di ruas jalan tersebut menyebabkan terganggunya struktur tebing dan bahu jalan. Mengingat kondisi geografis kawasan yang berada di perbukitan dan menyisir pesisir pantai, penanganan secara teknis dinilai penting untuk mengantisipasi potensi pergerakan tanah maupun longsor susulan.

Dalam pelaksanaan rehabilitasi ini, sejumlah metode penanganan dilakukan, di antaranya pemasangan konstruksi batu bronjong (gabion), penggunaan batu kali, serta pekerjaan perbaikan dan penguatan bahu jalan.

Dari pantauan GoAsianews.com dilapangan, Sabtu (7/11/2026), sebahagian besar ruas yang terdampak telah selesai ditangani, dan saat ini tengah memacu pekerjaan beberapa meter bangunan bahu jalan yang tersisa.

Pihak Dinas dilapangan menjelaskan bahwa pemasangan bronjong pada area tebing dan bahu jalan berfungsi sebagai struktur penahan untuk memperkuat kestabilan tanah serta menopang badan jalan agar tidak mengalami penurunan atau amblas ke arah tebing maupun jurang.

Sementara itu, pekerjaan penguatan bahu jalan juga menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan konstruksi jalan. Bahu jalan yang dibangun dengan baik dapat membantu mengendalikan aliran air permukaan agar tidak meresap secara tidak terkendali ke bawah badan jalan, yang berpotensi memicu erosi internal tanah dan melemahkan fondasi jalan.

Selain aspek teknis, keberadaan bahu jalan yang kokoh juga memberikan ruang tambahan bagi kendaraan untuk menepi dalam kondisi darurat, sehingga risiko kendaraan terperosok ke area tebing atau jurang dapat diminimalkan," ulasnya.

Rehabilitasi ruas jalan lingkar Nipah–Teluk Bayur ini tidak hanya berorientasi pada pemulihan kondisi infrastruktur, tetapi juga bertujuan menjamin keselamatan pengguna jalan, menjaga kelancaran konektivitas, serta memperkuat mitigasi bencana pada jalur alternatif yang memiliki tingkat kerawanan terhadap pergerakan tanah.

Kondisi geografis kawasan yang melintasi perbukitan, termasuk kawasan Bukit Gado-gado, serta menyusuri garis pantai menjadikan ruas jalan ini rentan terhadap erosi dan longsor, terutama ketika terjadi peningkatan intensitas curah hujan.

Karena itu, tindakan teknis berupa perbaikan tebing, pemasangan bronjong, penggunaan batu kali dan penguatan bahu jalan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kerusakan lanjutan.

Melalui rehabilitasi tersebut, Dinas BMCKTR Sumbar diharapkan dapat memastikan ruas Nipah–Teluk Bayur memiliki struktur yang lebih kuat dan aman dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem maupun kondisi tanah yang labil.

Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari langkah antisipatif pemerintah daerah dalam menjaga infrastruktur jalan agar tidak hanya pulih dari kerusakan, tetapi juga lebih tangguh menghadapi ancaman bencana di masa mendatang. (deni) 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Kunjungi Kami Juga Di


SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS