GoAsianews.com
Padang (SUMBAR) - Perusahaan Daerah Air Minum Kota Padang (Perumda AM Kota Padang) terus melakukan inovasi dan langkah-langkah strategis dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Mulai dari pelayanan terkait administrasi dan informasi berbasis digital, Perumda AM Kota Padang juga melakukan langkah-langkah strategis dalam mengoptimalkan sarana dan prasarana penunjang untuk menjaga stabilitas ketersediaan pasokan air bersih dari sumber-sumber air baku yang ada.
Hal ini dilakukan untuk menjamin ketersediaan air bersih untuk masyarakat kota Padang.
Sebagaimana diketahui, pada April 2025 lalu, Direktur Air Minum Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum, Anang Mukhlis berkunjung ke Sumatra Barat. Dan momentum tersebut dimanfaatkan sebaik mungkin oleh jajaran Perumda AM Kota Padang.
Pada kesempatan tersebut Perumda AM Kota Padang mengajukan proposal untuk pengembangan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Palukahan dan IPA Taban. Serta bersama rombongan Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PU melakukan kunjungan secara langsung kelapangan.
![]() |
| Kabag Humas Perumda AM Kota Padang, Adhie Zein. |
"Menjawab kebutuhan air bersih untuk masyarakat, Perumda AM terus melakukan inovasi, mulai dari peningkatan kapasitas instalasi hingga perluasan jaringan distribusi," terang Dirut Hendra Pebrizal, melalui Bidang Humas Perumda AM Kota Padang, Adhie Zein, Selasa (12/08/2025).
Lebih lanjut Adhie Zein menyampaikan kepada GoAsianews, "pengembangan/pembangunan IPA Palukahan dan Taban akan menambah pasokan air bersih sebesar 200 liter perdetik. Dan saat ini proposal masih berproses di kementerian PU".
Secara teknis lebih rinci Adhie Zein menjelaskan, "pembangunan/pengembangan IPA ini penting, karena selain untuk pengembangan kawasan utara, tujuan utamanya adalah untuk mitigasi bencana. Yaitu sebagai substitusi supply air untuk kawasan pusat, dimana saat ini kondisi IPA Gunung Panggilun pasca gempa 2009 masih sangat rentan".
"Dikhawatirkan jika ada bencana gempa besar lagi, dan jika terjadi kerusakan pada IPA Gunung Panggilun, maka tidak ada sistem back-up, sehingga supply air untuk kawasan pusat kota akan terganggu".
"Selain itu untuk bisa memperbaiki IPA Gunung Panggilun secara menyeluruh, maka sebagian (setengah) kapasitas produksi harus di-off-kan".
"Untuk mengatasi kekurangan produksi selama proses perbaikan dilakukan, maka supply air kawasan pusat dipenuhi melalui IPA Taban 3. Dan setelah proses perbaikan IPA Gunung Panggilun ini tuntas.., maka lPA Taban 3 akan dimanfaatkan untuk pengembangan pelayanan di area utara, dengan target penambahan sambungan baru sebanyak 16.000 SR," ulas Adhie Zein.
(deni)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar